Babak Pertama: Penalti Allano Lima Buka Pesta Gol
Sejak peluit pertama dibunyikan, Persija Jakarta langsung mengambil inisiatif serangan. Mengandalkan kecepatan Ryo Matsumura dan kreativitas Maciej Gajos di lini tengah, Skuad Ibu Kota terus menekan pertahanan Persebaya yang tampak sedikit gugup. Permainan agresif ini membuahkan hasil pada menit ke-15. Sebuah penetrasi berbahaya dari sisi sayap memaksa bek Persebaya melakukan pelanggaran di kotak terlarang. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih. Allano Lima, yang maju sebagai eksekutor, dengan tenang melepaskan tembakan keras yang gagal diantisipasi kiper Persebaya. Skor 1-0 untuk Persija bertahan hingga turun minum. Persebaya Surabaya bukan tanpa perlawanan. Mereka beberapa kali mencoba membangun serangan balik cepat melalui Bruno Moreira, namun disiplinnya lini pertahanan Persija yang dikomandoi Ondrej Kudela membuat setiap upaya mereka selalu kandas sebelum benar-benar mengancam gawang Andritany Ardhiyasa.
Baca Juga: Kejutan Persija di El Clasico: Nasib Pamungkas dan Kwon Chang-hoon Lawan Persib Masih Menggantung
Eksel Runtukahu Jadi Mimpi Buruk Lini Belakang Bajul Ijo
Memasuki babak kedua, Persebaya mencoba meningkatkan intensitas serangan untuk mencari gol penyeimbang. Namun, alih-alih memperkecil ketertinggalan, gawang mereka justru kembali bobol pada menit ke-54. Kali ini, nama yang tercatat di papan skor adalah Eksel Runtukahu. Berawal dari sebuah skema serangan yang terorganisir, umpan matang dari sisi kanan berhasil disambut dengan sontekan cerdik oleh Eksel. Gol ini seakan meruntuhkan mental para pemain Tim Kebanggaan Arek Suroboyo. Mereka semakin kesulitan keluar dari tekanan yang dilancarkan Macan Kemayoran. Pesta gol Persija ditutup pada menit ke-76. Lagi-lagi, Eksel Runtukahu menjadi aktor utamanya. Memanfaatkan kelengahan lini belakang Persebaya, ia berhasil lolos dari jebakan offside dan berhadapan satu lawan satu dengan kiper. Dengan dingin, ia melepaskan tembakan terukur yang menggetarkan jala gawang untuk ketiga kalinya. Brace dari Runtukahu memastikan tiga poin penuh menjadi milik Persija.Analisis Taktis: Di Mana Kelemahan Persebaya vs Persija Jakarta Hari Ini?
Secara taktis, kemenangan Persija adalah buah dari strategi high-press yang diterapkan Thomas Doll sejak menit awal. Para pemain Persija tidak memberikan ruang bagi pemain Persebaya untuk mengembangkan permainan. Transisi dari bertahan ke menyerang yang sangat cepat menjadi kunci keberhasilan Macan Kemayoran malam ini. Di sisi lain, Persebaya tampak rapuh di lini tengah. Ketiadaan seorang gelandang pengatur serangan yang mumpuni membuat aliran bola mereka mudah dipatahkan. Duet bek tengah mereka juga kerap kali kehilangan komunikasi, terutama saat menghadapi kecepatan para penyerang sayap Persija. Kekalahan ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi pelatih Persebaya. Mereka gagal menciptakan peluang berbahaya yang berarti sepanjang 90 menit. Lini depan yang tumpul dan pertahanan yang keropos menjadi gambaran performa Bajul Ijo di SUGBK.