Langkah Sempurna Pesut Etam di Pekan Krusial
Pergerakan Borneo FC Samarinda menuju takhta juara musim ini terasa begitu meyakinkan dalam dua laga terakhir. Momentum dimulai saat mereka menjamu Semen Padang di Stadion Segiri, Sabtu (25/4/2026) malam. Tampil dominan di hadapan Pusamania, mereka menang telak 3-0. Gol cepat dari bek tangguh Komang Teguh saat laga baru berjalan sembilan menit membuka pesta. Penyerang asal Brasil, Kaio Nunes, menggandakan keunggulan pada menit ke-39, sebelum Koldo Obieta menutup laga dengan golnya di menit 90+4. Empat hari berselang, ujian sesungguhnya datang saat bertandang ke markas angker Persik Kediri di Stadion Brawijaya, Rabu (29/4/2026). Dalam laga yang berjalan alot, satu momen brilian menentukan segalanya. Umpan silang matang dari Mariano Peralta pada menit ke-54 berhasil ditanduk sempurna oleh Koldo Obieta. Gol tunggal tersebut tidak hanya memberikan tiga poin, tetapi juga mengkudeta Persib Bandung dari puncak klasemen BRI Super League dengan koleksi 69 poin dari 30 laga.
Empat Final di Depan Mata
Baca Juga: Kejutan Persija di El Clasico: Nasib Pamungkas dan Kwon Chang-hoon Lawan Persib Masih Menggantung
Dengan posisi puncak dalam genggaman, fokus kini sepenuhnya tertuju pada empat laga pamungkas. Juru taktik Fabio Lefundes sadar betul bahwa perjuangan masih belum usai. Konsistensi menjadi harga mati jika trofi ingin dibawa pulang ke Samarinda.
βKami akan berjuang sampai akhir untuk mencari posisi terbaik, dan tentu saja mengincar posisi pertama,β kata pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes.Jadwal krusial penentu gelar juara bagi Pesut Etam terbilang tidak mudah. Mereka akan melakoni dua laga kandang dan dua laga tandang berat. Rintangan pertama adalah saat menjamu Persita Tangerang pada 5 Mei, sebuah laga yang di atas kertas bisa mereka amankan. Namun, setelah itu dua laga tandang neraka menanti. Mereka harus terbang ke Gianyar untuk menghadapi tim papan atas Bali United pada 11 Mei, dilanjutkan dengan lawatan ke markas Persijap Jepara pada 17 Mei. Musim akan ditutup dengan laga kandang melawan tim kuda hitam yang juga bersaing di lima besar, Malut United, pada 23 Mei. Setiap laga adalah final, dan setiap poin sangat berharga dalam fase genting ini.