Hitung-hitungan Matematis Menuju Pesta Juara
Secara matematis, jalan menuju takhta juara sudah sangat jelas. Dari tujuh laga sisa, tersedia maksimal 21 poin yang bisa diperebutkan. Untuk mengunci gelar tanpa bisa diganggu gugat oleh tim lain, Persib membutuhkan tambahan 18 poin lagi. Angka tersebut akan membawa total poin Persib menjadi 82. Jumlah ini mustahil dikejar oleh Borneo FC, yang poin maksimalnya di akhir musim hanya bisa mencapai 81, itu pun dengan syarat mereka memenangkan seluruh laga sisa. Skenario ini setara dengan meraih enam kemenangan dari tujuh pertandingan.
Baca Juga: Kejutan Persija di El Clasico: Nasib Pamungkas dan Kwon Chang-hoon Lawan Persib Masih Menggantung
Jika konsistensi ini terjaga, gelar juara bisa dipastikan lebih cepat. Pesta perayaan gelar paling realistis dapat digelar pada pekan ke-33, saat Persib bertandang ke markas PSM Makassar pada 17 Mei 2026 mendatang.
Jadwal Neraka dan Mentalitas Baja
Meski hitung-hitungan di atas kertas terlihat meyakinkan, perjalanan Maung Bandung tidak akan mulus. Jadwal yang menanti terbilang berat, diisi laga tandang yang menguras energi dan laga kandang penuh tekanan. Mereka akan bertandang ke markas Dewa United (20/4), menjamu Arema FC (24/4), menantang Bhayangkara FC (30/4), lalu kembali ke GBLA melawan PSIM (4/5). Puncaknya adalah dua laga tandang beruntun yang bisa menjadi penentu segalanya: melawan Persija Jakarta (10/5) dan PSM Makassar (17/5). Mentalitas juara benar-benar akan diuji dalam periode krusial ini. Semangat inilah yang digaungkan oleh bek andalan, Dion Markx, sejak beberapa pekan lalu.β9 laga sisa adalah final!βPernyataan tersebut kini menjadi mantra yang terbukti ampuh. Dengan sisa tujuh laga, setiap pertandingan adalah final yang sesungguhnya. Kemenangan atas Bali United menjadi bukti bahwa skuad asuhan Bojan Hodak memiliki mentalitas baja untuk melewati setiap rintangan.