Jalannya Laga: Peralta dan Sihran Jadi Pembeda
Tampil di hadapan pendukungnya sendiri, Borneo FC langsung tancap gas. Dominasi mereka baru membuahkan hasil pada menit ke-37. Berawal dari blunder bek Persita, Mariano Peralta dengan cerdik merebut bola, melakukan umpan satu-dua dengan Koldo Obieta, sebelum melepaskan tembakan melengkung presisi yang tak mampu dijangkau kiper lawan. Gol! Stadion Segiri bergemuruh. Situasi Persita semakin terjal setelah turun minum. Upaya mereka untuk bangkit justru diganjar petaka saat Rayco Rodriguez diusir wasit pada menit ke-58. Kartu merah itu membuat Pendekar Cisadane pincang. Borneo nyaris menggandakan keunggulan, namun sundulan Obieta masih membentur tiang. Kemenangan akhirnya dikunci pada menit ke-89. Lepas dari jebakan offside, Muhammad Sihran dengan tenang menaklukkan kiper untuk mengubah skor menjadi 2-0.Poin Sama, Head to Head Jadi Kunci
Baca Juga: Kejutan Persija di El Clasico: Nasib Pamungkas dan Kwon Chang-hoon Lawan Persib Masih Menggantung
Kemenangan ini secara matematis menutup selisih tiga poin yang sempat tercipta. Persib sebelumnya mengoleksi 72 poin dari 31 laga, sedangkan Borneo tertahan di 69 poin dari 30 laga. Kini, keduanya sama-sama mengantongi 72 poin dari 31 pertandingan. Ini adalah pertarungan mental.
| Posisi | Klub | Main | Poin | Selisih Gol |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Persib Bandung | 31 | 72 | +35 |
| 2 | Borneo FC | 31 | 72 | +33 |
Optimisme Maung Bandung Jelang Laga Panas
Di tengah tekanan hebat dari Borneo, kubu Maung Bandung tetap menunjukkan optimisme tinggi. Gelandang andalan mereka, Beckham Putra Nugraha, bahkan sudah menatap laga panas melawan Persija Jakarta dengan penuh percaya diri."Tentunya ini menjadi pengalaman penting buat saya untuk bisa bawa Persib menang di GBK. Saya berharap bisa full stadion dan nanti saya bisa selebrasi di sana (GBK)."Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa skuad Persib tidak gentar. Mereka fokus pada sisa pertandingan mereka sendiri, sadar bahwa nasib gelar juara masih sepenuhnya berada di tangan mereka selama mampu menyapu bersih laga sisa. Perebutan juara kini bukan lagi soal taktik, tapi juga perang urat syaraf.