Benteng Pertahanan Terbaik, Fondasi Kokoh Menuju Gelar Juara
Kehebatan Teja bukanlah anomali, melainkan cerminan dari soliditas pertahanan Persib yang dibangun Bojan Hodak. Hingga pekan ke-29, Pangeran Biru menjelma menjadi tim dengan pertahanan paling sulit ditembus. Gawang mereka baru bergetar sebanyak 17 gol dari 29 pertandingan, sebuah statistik yang jauh mengungguli pesaing terdekat mereka di puncak klasemen, Borneo FC, yang telah kebobolan 26 gol.
Baca Juga: Kejutan Persija di El Clasico: Nasib Pamungkas dan Kwon Chang-hoon Lawan Persib Masih Menggantung
Teja sendiri selalu merendah saat ditanya mengenai pencapaian pribadinya. Baginya, rekor ini adalah buah kerja keras seluruh tim, mulai dari lini depan yang melakukan pressing hingga para bek yang disiplin menjaga area.
"Alhamdulillah, ini bukan berkat saya sendiri, mungkin dari teman-teman juga. Komunikasi bagus di lapangan dan kekompakan kita dalam pertandingan yang bikin saya bisa dapat clean sheet terus," ujar Teja Paku Alam.Sikap ini menunjukkan bahwa fokus utama tim adalah trofi juara, bukan sekadar rekor individu. Solidnya pertahanan menjadi fondasi yang memungkinkan para penyerang lebih leluasa menekan lawan, sebuah strategi yang terbukti efektif membawa Persib nyaman di puncak klasemen dengan 66 poin.
Selangkah Lagi Menuju Sejarah Abadi Liga Indonesia
Meski rekor musim ini sudah di tangan, perjalanan Teja belum berakhir. Kini, matanya tertuju pada rekor sepanjang masa Liga Indonesia yang telah bertahan selama 12 tahun. Rekor legendaris itu masih dipegang oleh kiper asal Korea Selatan, Yoo Jae-hoon, yang mencatatkan 17 clean sheet bersama Persipura Jayapura pada musim 2013. Dengan delapan laga tersisa di musim ini, peluang Teja untuk tidak hanya menyamai, tetapi juga melampaui rekor tersebut sangat terbuka lebar. Ia hanya butuh dua laga tanpa kebobolan lagi untuk mengukir namanya sebagai kiper dengan rekor clean sheet terbaik sepanjang sejarah kompetisi kasta tertinggi Indonesia.