Persaingan Ketat di Belakang Sang 'Kolektor'
Di bawah Beltrame, perburuan status 'terkasar' tak kalah sengit. Gelandang pengangkut air Persis Solo, Sutanto Tan, membuntuti di posisi kedua dengan koleksi 11 kartu kuning dari 32 laga yang dijalaninya. Salah satu momen puncaknya adalah saat ia diusir wasit setelah menerima dua kartu kuning dalam satu pertandingan kontra Persib Bandung. Uniknya, daftar ini tidak hanya dihuni oleh para pemain bertahan. Dua nama dari lini serang, Yabes Roni (Bali United) dan Ricky Kambuaya (Dewa United), turut meramaikan persaingan dengan sama-sama mengoleksi 10 kartu kuning. Agresivitas keduanya dalam merebut bola dan melakukan pressing membuat mereka kerap terlibat duel keras, sebuah anomali bagi pemain yang tugas utamanya adalah mencetak gol.
Baca Juga: Kejutan Persija di El Clasico: Nasib Pamungkas dan Kwon Chang-hoon Lawan Persib Masih Menggantung
Bagi klub, catatan disiplin buruk ini bukan hanya soal kehilangan pemain. Regulasi Kompetisi Liga 1 2024/2025 Pasal 57 secara tegas mengatur denda bagi pelanggaran berulang. Kasus seperti Kambuaya yang juga menerima dua kartu merah langsung tambahan membuat Dewa United harus merogoh kocek hingga Rp7 juta per pelanggaran.
Saat Juru Taktik Ikut Dihukum
Fenomena kartu kuning ternyata tidak hanya menyasar pemain. Juru taktik Persib Bandung, Bojan Hodak, juga merasakan ketegasan aturan saat ia terkena sanksi akumulasi dua kartu kuning. Kartu tersebut ia terima saat laga melawan Bali United dan Arema FC, yang membuatnya dilarang mendampingi tim dari bench saat Maung Bandung menjamu PSM Makassar. Namun, Hodak menanggapinya dengan sangat santai. Ia memilih menikmati laga dari tribun VIP sambil menyerahkan komando kepada asistennya, Igor Tolic."Tidak (mendampingi tim), nanti saya akan berada di VIP. Minum kopi, menikmati pertandingan. Saya akan menikmati pertandingan nanti."Pernyataan Hodak menunjukkan bahwa persiapan tim selama sepekan latihan lebih krusial. Kasus ini sekaligus menjadi penegas bahwa aturan disiplin diterapkan tanpa pandang bulu, baik untuk pemain maupun ofisial tim.