Kartu Kuning Terbanyak Liga 1: Statistik Pelanggaran & Pemain Paling Sering Dihukum

score.co.id - Daftar kartu kuning terbanyak Liga 1 2024/2025 memanas hingga pekan ke-32, menyorot nama bek veteran Fabiano Beltrame yang kokoh di puncak. Ketatnya persaingan musim ini, yang diwarnai penerapan VAR secara penuh, terbukti membuat wasit lebih jeli dalam menghukum setiap pelanggaran di atas lapangan.
Wasit menunjukkan kartu kuning dalam sebuah laga sengit BRI Liga 1 2024/2025.
Panggung utama "pemain paling sering dihukum" musim ini menjadi milik Fabiano Beltrame. Palang pintu andalan PSBS Biak itu seolah tak kenal kompromi. Gaya bermainnya yang lugas dan tanpa basa-basi membuatnya menjadi langganan utama buku catatan wasit. Hingga menjelang akhir musim, bek naturalisasi berdarah Brasil ini telah mengantongi 13 kartu kuning hanya dari 24 penampilan. Catatan ini memaksanya absen dalam empat pertandingan akibat akumulasi kartu kuning BRI Liga 1. Tak hanya itu, Beltrame juga pernah diganjar satu kartu merah langsung, yang menambah panjang daftar absennya menjadi enam laga krusial bagi timnya.

Persaingan Ketat di Belakang Sang 'Kolektor'

Di bawah Beltrame, perburuan status 'terkasar' tak kalah sengit. Gelandang pengangkut air Persis Solo, Sutanto Tan, membuntuti di posisi kedua dengan koleksi 11 kartu kuning dari 32 laga yang dijalaninya. Salah satu momen puncaknya adalah saat ia diusir wasit setelah menerima dua kartu kuning dalam satu pertandingan kontra Persib Bandung. Uniknya, daftar ini tidak hanya dihuni oleh para pemain bertahan. Dua nama dari lini serang, Yabes Roni (Bali United) dan Ricky Kambuaya (Dewa United), turut meramaikan persaingan dengan sama-sama mengoleksi 10 kartu kuning. Agresivitas keduanya dalam merebut bola dan melakukan pressing membuat mereka kerap terlibat duel keras, sebuah anomali bagi pemain yang tugas utamanya adalah mencetak gol.
Fabiano Beltrame (PSBS Biak) menjadi pemain dengan koleksi kartu kuning terbanyak Liga 1 musim ini.
Bagi klub, catatan disiplin buruk ini bukan hanya soal kehilangan pemain. Regulasi Kompetisi Liga 1 2024/2025 Pasal 57 secara tegas mengatur denda bagi pelanggaran berulang. Kasus seperti Kambuaya yang juga menerima dua kartu merah langsung tambahan membuat Dewa United harus merogoh kocek hingga Rp7 juta per pelanggaran.

Saat Juru Taktik Ikut Dihukum

Fenomena kartu kuning ternyata tidak hanya menyasar pemain. Juru taktik Persib Bandung, Bojan Hodak, juga merasakan ketegasan aturan saat ia terkena sanksi akumulasi dua kartu kuning. Kartu tersebut ia terima saat laga melawan Bali United dan Arema FC, yang membuatnya dilarang mendampingi tim dari bench saat Maung Bandung menjamu PSM Makassar. Namun, Hodak menanggapinya dengan sangat santai. Ia memilih menikmati laga dari tribun VIP sambil menyerahkan komando kepada asistennya, Igor Tolic.
"Tidak (mendampingi tim), nanti saya akan berada di VIP. Minum kopi, menikmati pertandingan. Saya akan menikmati pertandingan nanti."
Pernyataan Hodak menunjukkan bahwa persiapan tim selama sepekan latihan lebih krusial. Kasus ini sekaligus menjadi penegas bahwa aturan disiplin diterapkan tanpa pandang bulu, baik untuk pemain maupun ofisial tim.
Bojan Hodak terpaksa memantau laga Persib dari tribun VIP setelah menerima sanksi akumulasi kartu kuning.
Musim kompetisi 2024/2025 membuktikan bahwa disiplin menjadi faktor kunci yang bisa memengaruhi nasib sebuah tim. Absennya pemain pilar atau bahkan sang arsitek di pinggir lapangan bisa menjadi penentu hasil akhir sebuah pertandingan. Siapakah yang akan dinobatkan sebagai 'raja' kolektor kartu di akhir musim? Terus pantau perkembangan terbaru dan statistik pelanggaran Liga 1 hanya di score.co.id untuk mengetahui siapa saja yang masuk dalam daftar kartu kuning terbanyak Liga 1.