
Atmosfer Berbeda, Rivalitas Sehat di Lapangan
Pertandingan yang berlangsung sengit dan berakhir dengan skor sama kuat 2-2 ini menyajikan tontonan menarik. Namun, bagi Alfarizi, momen paling berkesan justru datang dari luar lapangan hijau. Kehadiran sekitar tiga ribu Aremania di GBLA memberikan suntikan moral yang luar biasa bagi para pemain Arema FC. Pemain yang akrab disapa Jhon ini mengakui bahwa dukungan langsung dari suporter di kandang lawan membuat timnya merasa tidak berjuang sendirian. Nyanyian dan yel-yel dari Aremania terdengar jelas, memompa semangat para punggawa Singo Edan untuk tidak mengecewakan mereka yang datang jauh dari Malang.βSaya merasa atmosfer yang berbeda saat bermain di Stadion GBLA. Pertandingan terasa tetap seru. Tapi ada aura positif di tribun penonton. Kami merasa tidak berjuang sendirian ketika mendengar dukungan dari Aremania. Karena itu, pemain lebih termotivasi,β ungkap Alfarizi usai laga.Hasil imbang ini membuat Persib tertahan di papan atas klasemen, sementara Arema FC masih berjuang untuk merangsek ke posisi yang lebih baik. Namun, poin terpenting dari laga ini adalah pesan damai yang dikirimkan oleh kedua suporter dari tribun GBLA.
Kenangan Pahit Rantis Kini Tinggal Sejarah
Baca Juga: Kejutan Persija di El Clasico: Nasib Pamungkas dan Kwon Chang-hoon Lawan Persib Masih Menggantung
Beberapa tahun silam, lawatan ke Bandung menjadi momen yang menegangkan bagi skuad Arema. Tim harus menggunakan kendaraan taktis (rantis) untuk menuju dan meninggalkan stadion demi keamanan. Lemparan benda keras ke arah bus tim menjadi pemandangan yang jamak ditemui.
Alfarizi sendiri mengaku pernah merasakan pengalaman tidak menyenangkan tersebut. Namun, ia juga bersyukur bahwa era kelam itu telah berlalu. Beberapa tahun terakhir, tim Singo Edan sudah bisa menggunakan bus biasa dengan aman tanpa insiden.
βDulu saya pernah merasakan waktu naik rantis. Tapi, beberapa tahun terakhir kami sudah menggunakan bus. Ini menandakan jika situasinya sudah kondusif,β jelas bek kiri senior tersebut. Perubahan positif ini adalah buah dari kedewasaan suporter yang kini lebih mengedepankan rivalitas sehat selama 90 menit di lapangan.
