Kapten Arema FC Puji Atmosfer GBLA: Bobotoh dan Aremania Duduk Satu Tribun

score.co.id - Kapten Arema FC puji atmosfer GBLA yang terasa sangat berbeda saat timnya bertandang menghadapi Persib Bandung dalam laga lanjutan BRI Super League, Jumat (25/4/2025) malam. Sang kapten, Ahmad Alfarizi, mengaku terkesan dengan pemandangan langka di mana Aremania bisa duduk satu tribun dengan Bobotoh, menciptakan aura positif sepanjang pertandingan.
Aksi kapten Arema FC, Ahmad Alfarizi, saat berduel dengan pemain Persib Bandung di Stadion GBLA.
Laga sarat gengsi antara dua tim biru ini memang selalu menyedot perhatian. Namun, kali ini bukan hanya drama 90 menit di lapangan yang menjadi sorotan, melainkan juga kehangatan di tribun penonton. Pemandangan ribuan Aremania yang bernyanyi berdampingan dengan Bobotoh menjadi bukti nyata membaiknya hubungan kedua basis suporter besar ini. Alfarizi, sebagai pemain yang telah malang melintang membela Singo Edan, merasakan betul perubahan drastis ini. Ia yang pernah mengalami era panas rivalitas, kini bisa bermain dengan lebih tenang tanpa teror dari tribun tuan rumah.

Atmosfer Berbeda, Rivalitas Sehat di Lapangan

Pertandingan yang berlangsung sengit dan berakhir dengan skor sama kuat 2-2 ini menyajikan tontonan menarik. Namun, bagi Alfarizi, momen paling berkesan justru datang dari luar lapangan hijau. Kehadiran sekitar tiga ribu Aremania di GBLA memberikan suntikan moral yang luar biasa bagi para pemain Arema FC. Pemain yang akrab disapa Jhon ini mengakui bahwa dukungan langsung dari suporter di kandang lawan membuat timnya merasa tidak berjuang sendirian. Nyanyian dan yel-yel dari Aremania terdengar jelas, memompa semangat para punggawa Singo Edan untuk tidak mengecewakan mereka yang datang jauh dari Malang.
β€œSaya merasa atmosfer yang berbeda saat bermain di Stadion GBLA. Pertandingan terasa tetap seru. Tapi ada aura positif di tribun penonton. Kami merasa tidak berjuang sendirian ketika mendengar dukungan dari Aremania. Karena itu, pemain lebih termotivasi,” ungkap Alfarizi usai laga.
Hasil imbang ini membuat Persib tertahan di papan atas klasemen, sementara Arema FC masih berjuang untuk merangsek ke posisi yang lebih baik. Namun, poin terpenting dari laga ini adalah pesan damai yang dikirimkan oleh kedua suporter dari tribun GBLA.

Kenangan Pahit Rantis Kini Tinggal Sejarah

Beberapa tahun silam, lawatan ke Bandung menjadi momen yang menegangkan bagi skuad Arema. Tim harus menggunakan kendaraan taktis (rantis) untuk menuju dan meninggalkan stadion demi keamanan. Lemparan benda keras ke arah bus tim menjadi pemandangan yang jamak ditemui. Alfarizi sendiri mengaku pernah merasakan pengalaman tidak menyenangkan tersebut. Namun, ia juga bersyukur bahwa era kelam itu telah berlalu. Beberapa tahun terakhir, tim Singo Edan sudah bisa menggunakan bus biasa dengan aman tanpa insiden. β€œDulu saya pernah merasakan waktu naik rantis. Tapi, beberapa tahun terakhir kami sudah menggunakan bus. Ini menandakan jika situasinya sudah kondusif,” jelas bek kiri senior tersebut. Perubahan positif ini adalah buah dari kedewasaan suporter yang kini lebih mengedepankan rivalitas sehat selama 90 menit di lapangan.
Kiper Arema FC, Lucas Frigeri, menjadi salah satu pahlawan timnya saat menahan gempuran Maung Bandung.
Fenomena ini bukan terjadi satu arah. Pada putaran pertama lalu, giliran ribuan Bobotoh yang mendapatkan sambutan hangat saat mendukung Persib di Stadion Kanjuruhan, Malang. Sikap saling menghargai ini diharapkan menjadi contoh bagi seluruh suporter di Indonesia untuk menciptakan iklim sepak bola yang lebih aman, nyaman, dan positif. Terus ikuti perkembangan terbaru dan analisis mendalam seputar pujian kapten Arema FC untuk atmosfer GBLA hanya di score.co.id.