Modal Psikologis Maung Bandung
Bojan Hodak menegaskan bahwa timnya tidak terbebani dengan status laga tandang maupun pemindahan venue. Pelatih asal Kroasia itu justru menyoroti rekor superior timnya atas sang rival abadi. Catatan ini menjadi modal psikologis yang sangat berharga."Hal bagusnya adalah dalam tiga tahun terakhir kami tidak pernah kalah (lawan Persija). Jadi kami akan mencoba melanjutkannya di pertandingan nanti," kata Hodak pada Rabu (6/5).Memori kemenangan terakhir pada 11 Januari 2026 masih segar di ingatan. Kala itu, gol tunggal cepat Beckham Putra di menit ke-4 sudah cukup untuk mengunci kemenangan 1-0 bagi Maung Bandung di Gelora Bandung Lautan Api. Rekor tak terkalahkan selama tiga tahun menjadi bukti dominasi taktik Hodak atas berbagai pelatih Persija.
Baca Juga: Kejutan Persija di El Clasico: Nasib Pamungkas dan Kwon Chang-hoon Lawan Persib Masih Menggantung
Kuncian Taktik Man to Man Marking
Untuk kembali menaklukkan Macan Kemayoran, Hodak disinyalir akan kembali menerapkan formula yang terbukti ampuh pada pertemuan sebelumnya. Kunci utamanya terletak pada strategi penjagaan ketat atau man to man marking terhadap dua motor serangan Persija. Nama pertama adalah Maxwell Souza, playmaker lincah yang pergerakannya akan dikunci oleh Kakang Rudianto. Sementara itu, Allano yang beroperasi di sayap akan mendapat pengawalan khusus dari Alfeandra Dewangga, memaksanya keluar dari posisi ideal. Taktik ini sukses membuat Persija frustrasi, di mana mereka memang dominan dalam penguasaan bola namun minim menciptakan peluang bersih ke gawang. Selain itu, peran adaptif Beckham Putra di sisi kiri menjadi senjata rahasia. Ia disiplin turun membantu pertahanan, namun sangat cepat bertransformasi menjadi titik awal serangan balik. Fleksibilitas Eliano Reijnders yang memimpin pressing pertama juga menjadi elemen krusial yang siap mematikan kreativitas lini tengah tim Ibu Kota.