Bahkan, Pelatih Semen Padang FC, Imran Nahumarury sampai buka suara!
Ya dia langsung membeberkan evaluasi timnya menjelang lima pertandingan terakhir BRI Super League 2025/2026. Saat ini, Semen Padang masih berada di zona degradasi, tepatnya posisi ke-17 dengan koleksi 20 poin dari 29 laga, hasil dari 5 kemenangan, 5 imbang, dan 19 kekalahan. Imran menegaskan pembenahan dilakukan secara menyeluruh, baik saat tim meraih kemenangan maupun kekalahan. Banyak hal yang harus kita perbaiki. Tidak hanya kalah yang dievaluasi, menang pun tetap kita evaluasi, itulah sepakbola," ucapnya dilansir dari laman TribunWow, Rabu (29/4/2026). Mantan pelatih Malut United itu menyebut lini serang, khususnya penyelesaian akhir (finishing), menjadi perhatian utama. Namun, sektor pertahanan dan transisi permainan juga tak luput dari evaluasi. "Attack, finishing jadi konsen kita. Defense juga harus diperbaiki, termasuk transisi dan set piece," jelasnya. Kelemahan dalam mengantisipasi bola mati menjadi sorotan, setelah dua gol yang bersarang ke gawang Semen Padang saat menghadapi Borneo FC Samarinda di Stadion Segiri berasal dari situasi tersebut. Meski berada dalam situasi sulit, pelatih kelahiran Tulehu, Indonesia tersebut tetap menanamkan optimisme kepada para pemain untuk terus berjuang hingga akhir musim. "Lima laga tidak mudah, tapi tidak ada yang tidak mungkin. Kita akan berjalan sampai akhir, tidak boleh menyerah," tegasnya sambil menutup keterangan.
Baca Juga: Kejutan Persija di El Clasico: Nasib Pamungkas dan Kwon Chang-hoon Lawan Persib Masih Menggantung
Melihat apa yang diharapkan sang pelatih, Kabau Sirah perlu mencatat beberapa jadwal penentu nasib mereka sendiri.
Berikut lima laga sisa yang akan menjadi penentu nasib Semen Padang:
- 29 April 2026: vs Madura United (kandang)
- 3 Mei 2026: vs Dewa United FC (tandang)
- 8 Mei 2026: vs Persik Kediri (kandang)
- 15 Mei 2026: vs Persebaya Surabaya (kandang)
- 23 Mei 2026: vs Persija Jakarta (tandang)