Era Baru The Guardian di Tanah Lampung
Kepindahan homebase dari Jakarta ke Lampung yang diresmikan pada 22 April 2025 bukan sekadar pergantian alamat. Ini adalah langkah strategis manajemen untuk membangun basis suporter yang lebih solid dan memulai babak baru setelah sukses promosi dari Liga 2. Langkah ini disambut antusias oleh para petinggi klub dan pemerintah daerah, yang melihat potensi besar dalam kolaborasi ini untuk mengangkat sepak bola provinsi."Atas seizin Pak Kapolri, kami bersama-sama membesarkan Bhayangkara Presisi Lampung FC. Saya punya keyakinan besar ketika kami bermarkas di Lampung," ujar CEO Bhayangkara FC, Agus Suryonugroho.Dengan status sebagai tim promosi, Bhayangkara tidak main-main. Manajemen langsung merombak tim dengan mendatangkan enam legiun asing berkualitas dari berbagai benua, menciptakan perpaduan menarik antara pengalaman dan talenta baru untuk bersaing.
Komposisi Skuad Mewah Bernilai Rp 83 Miliar
Melihat profil pemain Bhayangkara FC musim ini, tampak jelas ambisi besar klub. Berdasarkan data Transfermarkt per April 2026, nilai pasar skuad total mencapai Rp 83,17 miliar dengan rata-rata usia pemain di angka 27,3 tahun, sebuah komposisi yang matang untuk bersaing di level tertinggi. Di bawah mistar gawang, persaingan ketat terjadi antara Muhammad Aqil Savik dan kiper senior Awan Setho Raharjo. Keduanya memiliki nilai pasar identik, Rp 2,61 miliar, menjanjikan keamanan di lini pertahanan. Sektor palang pintu dikomandoi kapten muda Timnas, Muhammad Ferarri. Bek tengah berusia 22 tahun ini akan berduet dengan bek asing tangguh asal Montenegro, Slavko Damjanovic, dan Nehar Sadiki dari Makedonia Utara untuk membentuk benteng pertahanan yang kokoh.
Baca Juga: Kejutan Persija di El Clasico: Nasib Pamungkas dan Kwon Chang-hoon Lawan Persib Masih Menggantung
Lini tengah menjadi jantung permainan. Kehadiran Christian Ilic, gelandang asal Kroasia, menjadi sorotan utama. Ia berstatus sebagai pemain termahal di skuad dengan banderol Rp 6,08 miliar. Ilic akan menjadi jenderal lapangan tengah bersama Ryo Matsumura, playmaker asal Jepang, dan gelandang pengangkut air asal Brasil, MoisΓ©s GaΓΊcho.
Garis Depan Kombinasi Veteran dan Legiun Asing Tajam
Dapur serangan The Guardian dihuni oleh nama-nama yang sudah tidak asing lagi di kancah sepak bola nasional, dipadukan dengan juru gedor impor yang siap menjadi mesin gol. Ilija Spasojevic, sang predator veteran, masih dipercaya sebagai ujung tombak utama. Meski usianya menginjak 38 tahun, pengalamannya sangat dibutuhkan di depan gawang lawan. Ia akan bersaing dengan Dendy Sulistyawan dan penyerang asal Afghanistan, Fareed Sadat. Kekuatan serangan sayap menjadi andalan utama. Klub merekrut Moussa SidibΓ© dari Mali untuk mengisi pos sayap kanan dan Sho Yamamoto dari Jepang di sisi kiri. Kecepatan dan kemampuan dribel keduanya diharapkan mampu membongkar pertahanan lawan. Ditambah lagi dengan kehadiran Privat Mbarga, pemain naturalisasi Kamboja, yang menambah daya ledak di lini serang.