Wasit Bayern vs PSG Bikin Allianz Meledak: Joao Pinheiro Jadi Sorotan

SCORE.CO.ID - Laga panas antara Bayern Munchen dan Paris Saint-Germain di semifinal Liga Champions tak hanya menyita perhatian karena drama di atas lapangan, tetapi juga karena sosok wasit Joao Pinheiro. Wasit Bayern vs PSG itu mendadak menjadi pusat kontroversi setelah sejumlah keputusannya memancing kemarahan pemain Bayern hingga publik Allianz Arena.

Wasit Bayern vs PSG Sarat Pengalaman

Joao Pinheiro bukan nama baru di dunia sepak bola Eropa. Wasit kelahiran Portugal pada 4 Januari 1988 itu sudah memimpin pertandingan profesional sejak 2015 di Primeira Liga.Β  Debutnya kala itu terjadi saat Academica menghadapi Boavista. Karir Pinheiro berkembang sangat cepat. Ia resmi masuk daftar wasit FIFA pada 2016 dan mulai dipercaya menangani laga internasional setahun kemudian.Β  Kini, Pinheiro menyandang status sebagai wasit elite UEFA. Ia juga pernah dipercaya memimpin laga besar seperti UEFA Super Cup 2025 antara PSG melawan Tottenham Hotspur.Β  Selain kompetisi Eropa, Pinheiro juga sempat memimpin pertandingan di Liga Arab Saudi dan Liga Mesir. Secara statistik, Pinheiro dikenal sebagai wasit yang sangat tegas.Β  Sepanjang musim 2025/2026, ia sudah memimpin 36 pertandingan dengan total 179 kartu kuning dan 10 kartu merah langsung. Sementara sepanjang karirnya, ia telah mengeluarkan hampir dua ribu kartu kuning dari lebih 400 pertandingan. Catatan tersebut menunjukkan bahwa Pinheiro termasuk tipe wasit yang tidak ragu mengambil keputusan keras di lapangan.

Kontroversi yang Membakar Emosi Bayern

Keputusan Joao Pinheiro Memancing Amarah Bayern
Keputusan Joao Pinheiro Memancing Amarah Bayern
Meski punya reputasi mentereng, kepemimpinan Pinheiro sebagai wasit Bayern vs PSG di Allianz Arena justru menuai kritik tajam. Kontroversi pertama muncul pada menit ke-23 ketika ia meniup peluit offside terhadap Harry Kane terlalu cepat.Β  Banyak pihak menilai keputusan itu tergesa-gesa karena situasi sebenarnya masih bisa berkembang menjadi peluang berbahaya bagi Bayern. Ketegangan semakin meningkat saat insiden Nuno Mendes pada menit ke-29. Bek PSG itu dianggap melakukan handball ketika sudah mengantongi kartu kuning.Β  Namun Pinheiro malah memberikan pelanggaran kepada Konrad Laimer dalam situasi sebelumnya. Puncak kemarahan Bayern terjadi ketika Joao Neves diduga menyentuh bola dengan tangan di kotak penalti PSG.Β  Para pemain Bayern langsung meminta penalti, tetapi Pinheiro tetap melanjutkan pertandingan. Keputusan tersebut memicu protes besar dari pemain hingga suporter tuan rumah. Walau pertandingan berakhir imbang 1-1, PSG tetap lolos ke final berkat keunggulan agregat 6-5. Klub asal Prancis itu kini akan menghadapi Arsenal di partai puncak Liga Champions pada 30 Mei 2026 di Budapest. Banyak pendukung Bayern merasa beberapa keputusan penting sang wasit ikut mempengaruhi jalannya pertandingan besar tersebut.