Visi John Herdman: Mengapa Timnas Indonesia Butuh Lebih Banyak Pemain di Liga Top Dunia?

score.co.id - Visi John Herdman untuk Timnas Indonesia mulai terkuak jelas. Dalam sebuah wawancara eksklusif pekan ini, juru taktik asal Inggris itu menegaskan bahwa proyeksi Skuad Garuda tidak bisa dibangun dalam semalam, melainkan butuh fondasi kokoh dengan lebih banyak pemain yang mentas di liga top dunia. Pernyataan ini menjadi sinyal kuat arah baru yang akan ditempuh PSSI di bawah komandonya.
John Herdman resmi diperkenalkan sebagai pelatih Timnas Indonesia pada Januari 2026.Β 
Herdman, yang ditunjuk PSSI dengan kontrak empat tahun setelah menggantikan Patrick Kluivert, datang dengan reputasi mentereng. Ia adalah arsitek di balik kebangkitan Kanada, yang dibawanya dari ranking 94 FIFA hingga lolos ke Piala Dunia 2022 setelah 36 tahun penantian. Pengalaman inilah yang menjadi cetak biru strateginya untuk Indonesia. Menurutnya, memiliki pemain yang terbiasa dengan intensitas dan tekanan kompetisi elite Eropa adalah kunci. Indonesia saat ini memang sudah memiliki pilar seperti Jay Idzes (Sassuolo, Serie A), Kevin Diks (Borussia MΓΆnchengladbach, Bundesliga), dan Calvin Verdonk (Lille OSC, Ligue 1). Namun, jumlah ini dianggap belum cukup untuk bersaing di level tertinggi.

Blueprint Kanada dan Dinamika Talenta

Herdman belajar banyak dari proses dinamis pencarian bakat. Ia mencontohkan Tajon Buchanan, yang kini menjadi andalan Inter Milan. Buchanan sama sekali tidak berada dalam radar saat Herdman pertama kali menangani Kanada pada 2018.
"Periode kualifikasi satu setengah tahun itu adalah periode yang paling penting. Tapi yang harus Anda pahami adalah seluruh proses ini bersifat dinamis. Pemain bisa muncul kapan saja. Dan ini adalah pelajaran besar di Kanada. Tajon Buchanan, misalnya, yang kemudian bermain untuk Inter Milan, dia tidak ada dalam radar hingga tahun 2020," ungkap Herdman.
Pelajaran ini menegaskan bahwa pintu timnas tidak pernah tertutup. Proses regenerasi dan pencarian pemain diaspora Indonesia harus terus berjalan tanpa henti. Visi John Herdman tidak hanya berfokus pada pemain yang sudah jadi, tetapi juga potensi yang bisa meledak dalam beberapa tahun ke depan, sejalan dengan target utama menuju kualifikasi Piala Dunia 2030.
Kehadiran pemain seperti Jay Idzes di Serie A menjadi standar baru yang diinginkan Herdman untuk pemain Timnas Indonesia.

Fokus Talenta Muda dan Proyeksi Piala Asia 2027

Sebagai langkah konkret, Herdman dan timnya kini tengah memantau secara aktif enam talenta muda Indonesia yang tersebar di berbagai negara. Rinciannya adalah dua pemain di Jerman, dua di Belanda, serta masing-masing satu di Australia dan Amerika Serikat. Ia secara tegas menyatakan tidak lagi memantau pemain berusia 28-36 tahun untuk proyek jangka panjang ini. Strategi ini menunjukkan bahwa program naturalisasi Timnas akan lebih selektif, memprioritaskan pemain muda yang memiliki potensi berkembang pesat. Piala Asia 2027 di Arab Saudi, di mana Indonesia berada satu grup dengan Jepang, Qatar, dan Thailand, akan menjadi tolok ukur pertama dari kemajuan proyek ini. Namun, Herdman juga memberi pesan penting. "Dan bagi kami, saya pikir, di Indonesia, kita membutuhkan bakat lokal untuk menembus," tegasnya. Artinya, PSSI tidak bisa hanya mengandalkan pemain keturunan. Harus ada sistem yang mendorong talenta-talenta terbaik dari kompetisi domestik untuk berani dan mampu berkarier di luar negeri, terutama di liga-liga sekelas Serie A, Bundesliga, atau Ligue 1.
Kevin Diks menjadi salah satu pemain diaspora Indonesia yang sukses menembus kerasnya persaingan Bundesliga Jerman.Β 
Proyek ambisius ini menuntut kerja keras, kesabaran, dan sinergi dari semua pihak. Perburuan talenta di seluruh dunia dan pengembangan pemain lokal menjadi dua pilar utama yang tak terpisahkan dalam upaya membawa Merah Putih ke panggung termegah sepak bola. Terus ikuti perkembangan terbaru dan analisis mendalam seputar Visi John Herdman dalam membangun kekuatan baru Timnas Indonesia hanya di score.co.id.