Blueprint Kanada dan Dinamika Talenta
Herdman belajar banyak dari proses dinamis pencarian bakat. Ia mencontohkan Tajon Buchanan, yang kini menjadi andalan Inter Milan. Buchanan sama sekali tidak berada dalam radar saat Herdman pertama kali menangani Kanada pada 2018."Periode kualifikasi satu setengah tahun itu adalah periode yang paling penting. Tapi yang harus Anda pahami adalah seluruh proses ini bersifat dinamis. Pemain bisa muncul kapan saja. Dan ini adalah pelajaran besar di Kanada. Tajon Buchanan, misalnya, yang kemudian bermain untuk Inter Milan, dia tidak ada dalam radar hingga tahun 2020," ungkap Herdman.Pelajaran ini menegaskan bahwa pintu timnas tidak pernah tertutup. Proses regenerasi dan pencarian pemain diaspora Indonesia harus terus berjalan tanpa henti. Visi John Herdman tidak hanya berfokus pada pemain yang sudah jadi, tetapi juga potensi yang bisa meledak dalam beberapa tahun ke depan, sejalan dengan target utama menuju kualifikasi Piala Dunia 2030.
Baca Juga: Rencana Timnas Indonesia ke Yordania November Nanti: PSSI Beri Respons soal FIFA Matchday
Fokus Talenta Muda dan Proyeksi Piala Asia 2027
Sebagai langkah konkret, Herdman dan timnya kini tengah memantau secara aktif enam talenta muda Indonesia yang tersebar di berbagai negara. Rinciannya adalah dua pemain di Jerman, dua di Belanda, serta masing-masing satu di Australia dan Amerika Serikat. Ia secara tegas menyatakan tidak lagi memantau pemain berusia 28-36 tahun untuk proyek jangka panjang ini. Strategi ini menunjukkan bahwa program naturalisasi Timnas akan lebih selektif, memprioritaskan pemain muda yang memiliki potensi berkembang pesat. Piala Asia 2027 di Arab Saudi, di mana Indonesia berada satu grup dengan Jepang, Qatar, dan Thailand, akan menjadi tolok ukur pertama dari kemajuan proyek ini. Namun, Herdman juga memberi pesan penting. "Dan bagi kami, saya pikir, di Indonesia, kita membutuhkan bakat lokal untuk menembus," tegasnya. Artinya, PSSI tidak bisa hanya mengandalkan pemain keturunan. Harus ada sistem yang mendorong talenta-talenta terbaik dari kompetisi domestik untuk berani dan mampu berkarier di luar negeri, terutama di liga-liga sekelas Serie A, Bundesliga, atau Ligue 1.