Real Madrid Beneran Jadi Kandang Demit! Valverde Adu Jotos dengan Tchouameni, Hingga Kasus Mbappe
· SCORE.CO.ID Sunny S.Kom.
SCORE.CO.ID - Pusing bukan kepalang. Sebutan "Demit" yang disematkan haters Real Madrid ternyata beneran terjadi. Ya sekarang El Real benar-benar dirasukin setan untuk memprovokasi pemain satu dengan lainnya. Siapa saja?
Dimulai dari Perkelahian Valverde Adu Jotos dengan Tchouameni
Menurut beberapa laporan pada 7 Mei lalu, pemain Real Madrid Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni terlibat dalam pertikaian "sangat serius" saat latihan.JurnalisT melaporkan kabar dari Marca dimana mengklaim bahwa perkelahian sang kapten karena hal Valverde menolak untuk berjabat tangan dengan Tchouameni di awal latihan, yang mengakibatkan "sesi yang sangat tegang" dan menjadi awal dari perkelahian mereka di ruang ganti setelah latihan.Valverde pada suatu saat melakukan tekel keras terhadap Tchouameni. Manajer Real Madrid Alvaro Arbeloa mencoba meredakan situasi dengan menempatkan keduanya dalam tim yang sama, tetapi saling ejek secara verbal malah terus berlanjut.Kemudian, di ruang ganti setelah pertandingan, keadaan memanas hingga terjadi perkelahian fisik ( adu jotos ), di mana saat kejadian itu, Valverde terjatuh, kepalanya membentur meja, mengalami luka robek dan kehilangan kesadaran.Berbagai laporan mengklaim bahwa akibat insiden tersebut, Valverde dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan jahitan atas cedera yang dideritanya dalam bentrokan itu.
Terakhir Mbappe dan Rudiger juga Memanas
Jelang El Classico nanti malam, belum masalah Valverde dan Tchouameni selesai. Mbappe dan Rudiger juga sedang memanas.Tanda-tanda masalah pertama muncul ketika bek veteran Rüdiger dilaporkan terlibat dalam pertengkaran sengit dengan rekan setimnya di tempat latihan klub.Rüdiger disebut provokator yang membuat semakin memperburuk situasi dalam skuad yang sudah terguncang akibat tersingkirnya mereka dari Liga Champions di tangan Bayern Munchen.Rudiger dan Mbappe juga sempat memanas
Mbappe membalas kata-kata kasar sang bek dengan sebutan "Jalang Biadab", dan kata-kata ini membuat sang bek kepanasan. Insiden tersebut menciptakan suasana tegang menjelang beberapa minggu terakhir musim ini.Arbeloa berusaha meredakan drama tersebut, dengan menegaskan bahwa para pemain bebas mengatur waktu mereka sendiri. "Di waktu luang mereka, setiap pemain melakukan apa yang mereka anggap tepat, dan saya tidak ikut campur dalam hal itu," kata pelatih tersebut.