UEFA Menjatuhkan Skorsing Setelah Kericuhan di Lyon
Guendouzi memiliki hubungan emosional dengan Olympique Marseille. Gelandang asal Prancis itu pernah memperkuat Marseille dan masih menunjukkan dukungannya kepada klub tersebut.Situasi panas sudah muncul sebelum pertandingan. Guendouzi dan para suporter Lyon terlibat aksi saling provokasi selama pertandingan berlangsung.Ketegangan berlanjut setelah Fenerbahce memastikan tiket ke fase liga Liga Champions. Guendouzi kemudian meneriakkan "Allez L'OM!" sebagai bentuk dukungan terhadap Marseille.Aksi tersebut membuat seorang suporter Lyon turun dari tribun dan berusaha mendekati Guendouzi. Petugas kemudian mencegah suporter tersebut sebelum terjadi serangan terhadap sang pemain.Pelatih kiper Lyon, Antonio Ferreira, juga terlibat dalam insiden tersebut. UEFA menjatuhkan hukuman lima pertandingan kepada Ferreira, dengan dua laga di antaranya bersifat bersyarat.UEFA menilai insiden tersebut sebagai bentuk pelanggaran serius yang melibatkan tindakan penganiayaan. Hukuman kemudian diberikan berdasarkan peran masing-masing pihak dalam kericuhan.Guendouzi dijatuhi denda sebesar 50.000 euro. Jumlah denda yang sama juga harus dibayarkan Fenerbahce dan Lyon.
Greenwood Tetap Bisa Tampil Lawan Roma
Greenwood, Striker Fenerbahce menerima larangan tampilGreenwood mendapat hukuman lebih ringan karena hanya dinilai melanggar aturan dasar perilaku yang pantas. Selain larangan satu pertandingan bersyarat, pemain Inggris tersebut harus membayar denda 30.000 euro.Dengan hukuman itu, Greenwood tetap tersedia saat Fenerbahce menghadapi AS Roma di Liga Champions pekan depan. Situasi berbeda dialami Guendouzi karena hukuman empat pertandingan membuatnya harus absen.Guendouzi juga berpotensi melewatkan pertandingan tandang Fenerbahce melawan Aston Villa pada 14 Oktober. Sebelumnya, ia pernah membela Lazio dan kerap terlibat perselisihan dengan pemain rival.Guendouzi sempat mengkritik suporter Lyon karena dianggap menghina keluarganya sepanjang pertandingan. Ia menilai perangkat pertandingan seharusnya mengambil tindakan untuk meredakan situasi.Meski demikian, Guendouzi tetap mengakhiri laga dengan kemenangan bersama Fenerbahce. Insiden tersebut kini berujung pada keputusan disipliner setelah UEFA menjatuhkan skorsing kepada sejumlah pihak.