Tudor Mengamuk di Craven Cottage: Sebut Pemain Fulham Sebagai Penipu
Β· SCORE.CO.ID Sunny S.Kom
SCORE.CO.ID - Derby London menyisakan bara panas bagi Tottenham. Tudor mengamuk di Craven Cottage menorehkan luka pada gelaran Derby London. Bagaimana tidak kecewa, Spurs dua kali tersungkur.Β Kekalahan terbaru ini terasa semakin menyakitkan dari Arsenal. Kini, mereka harus dipaksa menyerah oleh Fulham di Craven Cottage. Namun, sorotan utama bukan hasil akhir melainkan ledakan emosi dari pelatih Igor tudor.
Kontroversi Gol dan Insiden Tudor Mengamuk di Craven Cottage
Insiden Tudor mengamuk di Craven Cottage menandakan sang manager asal Kroasia tersebut tak mampu menyembunyikan kekecewaan.Β Ia mengakui bahwa timnya tampil di bawah standar namun, Tudor menilai keputusan wasit sangat merugikan. Kekalahan tersebut seolah mempertegas bahwa Tottenham kini sedang dalam periode sulit. Mereka tidak hanya kalah soal taktik atau strategi.Laga antara Tottenham Hotspur melawan Fulham memanas sejak gol pembuka yang dicetak oleh Harry Wilson. Proses gol tersebut yang memicu perdebatan karena diawali dual keras antara Raul Jimenez dan Radu Dragusin.Bek Tottenham terjatuh setelah kontrak fisik namun wasit tetap mengesahkan gol tersebut. Fulham berhasil menggandakan keunggulan melalui sepakan indah Alex Iwobi.Hal tersebut membuat Spurs semakin tertekan, meskipun Tottenham sempat mencoba bangkit di akhir laga namun situasinya sudah terlanjur rumit.Β Seusai pertandingan Tudor melontarkan kritikan tajam. Menurutnya insiden sebelum gol pertama merupakan pelanggaran.Ia menilai Jimenez tidak fokus pada bola melainkan mencari keuntungan melalui dorongan yang dianggapnya tidak sportif.Tudor bahkan menyebut keputusan wasit konyol karena dampaknya langsung berujung pada gol. Baginya sepak bola Inggris identik dengan dual kelas namun tetap harus didasari logika.Jika sebuah kontak kecil saja memberikan keuntungan signifikan hingga berbuah gol, maka seharusnya bisa dianulir.Tudor menegaskan bahwa laga ini bukan hanya sekedar duel biasa, melainkan tindakan yang bisa merugikan tim secara langsung.
Laga Tottenham Hotspur vs FulhamTerlepas dari kontroversi, Tudor juga tak menutup mata terhadap kelemahan timnya sendiri. Ia menilai Tottenham kehilangan kepribadian, keberanian, dan respons saat menghadapi tekanan.Β Situasi yang disebutnya βrumitβ menunjukkan ada masalah mendasar di dalam skuad. Pelatih berusia 47 tahun itu menolak menjadikan perubahan formasi sebagai kambing hitam.Β Setelah memakai tiga bek melawan Arsenal, ia beralih ke 4-4-2 saat menghadapi Fulham. Namun menurutnya, sistem bukan akar persoalan.Tudor menekankan bahwa sepak bola bukan hanya soal kualitas teknis, tetapi juga lari, duel, dan kecerdikan membaca situasi.Β Ia merasa para pemain Fulham selalu selangkah lebih cepat, baik secara fisik maupun pemikiran. Tottenham, sebaliknya, tampak terlambat dalam hampir setiap momen penting.