Dominasi Mbappe musim ini dibangun di atas fondasi fase liga yang luar biasa. Gila. Striker Prancis itu mengamuk dengan mencetak 13 gol hanya dari delapan laga, sebuah catatan yang memecahkan rekor gol terbanyak di tahap awal kompetisi format baru. UEFA secara resmi mengonfirmasi rekor ini, menempatkan namanya dalam buku sejarah.
Pundi-pundi golnya mengalir deras sejak awal. Tiga gol penalti, dua hat-trick sadis melawan Kairat Almaty dan Olympiacos, serta sepasang gol ke gawang AS Monaco menjadi bukti ketajamannya yang tak tertandingi. Dua gol tambahan ia lesakkan di babak perempat final, masing-masing satu di tiap leg, saat Real Madrid tersingkir perempat final oleh Bayern Munchen. Sebuah ironi pahit bagi Los Blancos, punya mesin gol paling subur tapi gagal melaju lebih jauh.
Sikapnya sejak awal musim sudah menunjukkan ambisi besar. Dalam wawancara dengan RealMadrid.com setelah laga kontra Marseille di awal musim, mentalitasnya sudah terbaca.
"Saya tidak membatasi diri. Saya hanya ingin membantu tim: jika itu berarti mencetak gol, maka saya akan mencetak gol; jika itu berarti menekan, maka saya akan menekan; atau jika itu berarti memberi assist, maka saya akan memberi assist. Saya ingin melakukan apa pun yang dibutuhkan tim."