Timnas Brasil Kalah dari Norwegia 1-2: Davide Ancelotti Pasang Badan untuk Bruno Guimaraes
Β· SCORE.CO.ID Sunny S.Kom
SCORE.CO.ID - Dunia sepak bola dikejutkan oleh hasil krusial di babak 16 besar Piala Dunia 2026, di mana raksasa Amerika Selatan, Timnas Brasil kalah dari Norwegia dengan skor tipis 1-2.Β Kekalahan tragis ini langsung memicu gelombang kritik dari publik, terutama yang dialamatkan kepada gelandang Bruno Guimaraes yang dinilai menjadi biang keladi kegagalan Selecao melaju ke babak perempat final.
Timnas Brasil Kalah dari Norwegia
Kendati demikian, jajaran kepelatihan Brasil menolak keras narasi kambing hitam tersebut.Β Asisten pelatih Timnas Brasil, Davide Ancelotti, segera pasang badan dan memberikan pembelaan terbuka pasca laga sengit yang berlangsung dini hari tadi.Β Ia menegaskan bahwa hasil minor ini merupakan tanggung jawab kolektif, bukan kesalahan individu seorang pemain saja.
Petaka Penalti dan Kegagalan Eksekusi Bruno Guimaraes
Brasil sebenarnya memulai pertandingan dengan intensitas tinggi dan mendominasi penguasaan bola pada paruh pertama.Β Peluang emas untuk memimpin datang lebih awal pada menit ke-10, setelah Matheus Cunha dijatuhkan oleh bek Norwegia, Kristoffer Ajer, di dalam kotak terlarang. Wasit tanpa ragu langsung menunjuk titik putih.Bruno Guimaraes yang ditunjuk sebagai algojo utama maju dengan penuh percaya diri.Β Namun sial bagi Selecao, arah tendangan Guimaraes berhasil dibaca dengan sangat sempurna oleh penjaga gawang Norwegia, Orjan Nyland.Β Tepisan krusial tersebut mengubah momentum pertandingan secara drastis, hingga akhirnya Norwegia mampu bangkit di babak kedua dan menyarangkan dua gol balasan ke gawang Brasil.
Pembelaan Davide Ancelotti dan Catatan Hitam Sejarah Selecao
Bruno Guimaraes Gagal Dalam Adu PenaltiMenanggapi derasnya polemik mengenai kegagalan penalti tersebut, Davide Ancelotti meminta publik dan media untuk bersikap adil.Β Putra dari Carlo Ancelotti tersebut menegaskan bahwa keputusan menunjuk Guimaraes sebagai eksekutor telah disepakati bersama sebelum peluit sepak mula dibunyikan.Menurut Davide, kegagalan mengeksekusi penalti adalah hal yang lumrah dalam sepak bola.Β Sang asisten pelatih menyatakan tidak elok jika seluruh beban kekalahan ditimpakan kepada sang gelandang.Β Baginya, situasi seperti ini bisa menimpa siapa saja di atas lapangan hijau.Namun, pembelaan tersebut diprediksi tidak akan meredakan kekecewaan publik Samba dengan mudah.Β Gugurnya Brasil di fase ini menggoreskan luka mendalam dan menjadi catatan hitam dalam lembaran sejarah mereka.Β Ini merupakan kali pertama dalam 36 tahun terakhir Selecao tereliminasi di babak 16 besar, sebuah kemunduran besar sejak Piala Dunia 1990 yang menegaskan pilunya momen saat Timnas Brasil kalah dari Norwegia.