Tim Kebobolan Terbanyak di LaLiga 2026: Awal Februari Jumlahnya Sampai 41 Gol

SCORE.CO.ID - Klasemen berubah, poin bertambah, tapi satu tim di LaLiga ini justru semakin terpuruk di tiap pekannya. Bahkan dalam pekan ke-24 selalu kalah, dan hanya mencetak 26 gol dengan jumlah poin terburuk dari 18 tim lainnya.Β 

Ya, Levante Jadi Tim Kebobolan Terbanyak di LaLiga 2026

Granotas telah tergelincir ke zona degradasi dan kini hidup dengan perasaan bahwa setiap kesalahan defensif akan merenggut masa depan mereka di kasta tertinggi. Sekarang posisi mereka ada di peringkat ke-19 dengan 18 poin dua terbawah diatas Real Oviedo. Meskipun ada kemungkinan naik dan keluar dari zona degradasi tapi rasanya sulit. Alasannya adalah Levante jadi tim kebobolan terbanyak di LaLiga 2026 dengan jumlah kebobolan 44 gol. Tim 'Granotas' ini telah kebobolan tujuh gol dalam tiga pertandingan terakhir mereka di turnamen ini, menderita tiga kekalahan dan hanya mencetak dua gol dalam periode kompetisi ini. Untuk ketiga kalinya musim ini, tim tersebut mengalami tiga kekalahan beruntun, sebagian karena kurangnya soliditas pertahanan yang menghambat mereka saat melawan Athletic Club kalah (2-4), Valencia (0-2) dan Villarreal (0-1). Levante ini sudah memimpin klasemen kebobolan terbanyak di Divisi Pertama, lalu mengungguli tim-tim seperti Real Mallorca dan Sevilla dengan masing-masing 39 gol, atau Girona yang kebobolan 38 gol. Namun, Levante memiliki selisih gol yang lebih baik daripada Real Oviedo berkat perolehan 26 gol, tepat dua kali lipat dari tim asal Asturias tersebut, yang berada di posisi terbawah turnamen LaLiga.Β 

Apa Komentar Pelatih?Β 

Menjadi tim dengan kebobolan paling banyak, pelatih Levante LuΓ­s Castro ungkap bahwa tim nya akan berubah laga demi laga.Β  "Sambil berjalan kontrak saya hingga 2027, tentu saya akan berusaha agar tim ini keluar dari zona berbahaya ini. Tapi untuk jaminan bahwa bisa menjadi tim papan tengah, saya rasa itu mustahil", ungkap keterangannya, dilansir dari laman resmi klub, Rabu (25/2/2026). Dalam konteks ini, ia menjelaskan bahwa gaya bermainnya dapat selaras dengan situasi tim saat ini, menggabungkan pendekatan ofensif dengan kebutuhan saat ini untuk mengamankan kemenangan.Β