Tim Flop Piala Dunia 2026: Daftar Negara yang Tampil di Bawah Ekspektasi

score.co.id - Tim Flop Piala Dunia 2026 kini menjadi sorotan tajam setelah fase grup pekan pertama menyajikan drama kegagalan yang memilukan. Enam negara dipastikan angkat koper lebih awal akibat performa yang jauh panggang dari api. Harapan besar para pendukung kini berubah menjadi air mata di tribun stadion.

Drama Negara Tersingkir Piala Dunia 2026: Tragedi Turki dan Haiti

Hingga 23 Juni 2026, daftar eliminasi resmi dirilis. Haiti, Turki, Tunisia, Yordania, Uzbekistan, dan Panama menjadi rombongan pertama yang harus pulang. Haiti mencatatkan diri sebagai korban pertama turnamen. Kekalahan telak 0-3 dari Brasil di Philadelphia menutup pintu peluang mereka secara permanen. Matheus Cunha dan Vinicius Jr tampil beringas, membuat pertahanan Haiti terlihat seperti amatir di kancah dunia.
Haiti eliminasi dari turnamen setelah dibantai Brasil, menjadikannya salah satu Tim Flop Piala Dunia 2026 yang paling awal pulang.

Mengapa Turki Tanpa Gol Menjadi Tim Flop Piala Dunia 2026 Terparah?

Turki adalah anomali paling menyakitkan dalam sejarah turnamen ini. Kembali setelah 24 tahun, skuad Vincenzo Montella datang dengan label dark horse. Kenyataannya brutal. Mereka melepas 62 tembakan dalam dua laga, namun mencetak nol gol. Kekalahan 0-1 dari Paraguay di Santa Clara menjadi puncak penderitaan. Arda GΓΌler terlihat menutup wajahnya di bangku cadangan saat peluit panjang berbunyi. Reuters melaporkan suasana ruang ganti Turki pecah dalam tangis. Montella mengaku shock. Statistik menunjukkan mereka memiliki 13 tembakan tepat sasaran tanpa satu pun yang menggetarkan jala lawan. Ini benar-benar kegagalan yang tidak masuk akal secara matematis.
Turki tanpa gol meski melepas puluhan tembakan, sebuah catatan kelam bagi negara tersingkir Piala Dunia 2026.

Belgia Mengecewakan: Tumpul di Depan Gawang

Nasib Belgia tak kalah tragis meski belum resmi tersingkir. Setelah generasi emas memudar, Red Devils tampil tanpa taring. Hasil imbang 1-1 melawan Mesir diikuti dengan kebuntuan 0-0 kontra Iran di Los Angeles. Sialnya, Belgia mencatatkan 23 tembakan tanpa hasil saat melawan wakil Asia tersebut. Rudi Garcia mengecam ketidakefektifan lini depannya. Romelu Lukaku bahkan sempat menendang tiang gawang karena frustrasi. Media internasional mulai menempatkan Belgia di daftar teratas tim paling mengecewakan pekan ini.

Raksasa yang Tertidur: Portugal dan Spanyol dalam Tekanan

Kejutan tidak berhenti pada tim medioker. Portugal imbang Kongo dengan skor 1-1 menjadi hasil yang paling dibenci fans menurut survei SB Nation. Penampilan Cristiano Ronaldo dkk dianggap sangat malas dan kurang kreativitas. Bahkan, Spanyol ditahan Cape Verde tanpa gol di laga pembuka mereka. Hasil ini disebut-sebut sebagai salah satu kejutan terbesar dalam sejarah fase grup 48 tim. Dominasi bola yang mencapai 75 persen milik Spanyol tidak berarti apa-apa tanpa penyelesaian akhir yang klinis. Alhasil, analis sepak bola kini memasukkan Uruguay, Senegal, dan Ekuador ke dalam radar tim yang terancam menyusul jejak para pecundang.
Belgia mengecewakan pendukungnya setelah tampil mandul dalam dua laga pembuka fase grup.

Efek Domino Format 48 Tim dan Tie-Breaker Baru

Perubahan aturan FIFA yang mengutamakan head-to-head membuat persaingan menjadi lebih kejam. Tidak ada ruang untuk kesalahan kecil. Format 48 tim memang memberikan panggung lebih luas, namun sekaligus mempercepat proses eliminasi bagi tim yang tidak siap mental. Di lapangan, setiap kegagalan konversi gol berujung pada kepulangan dini. Fenomena tim besar yang ditahan imbang oleh tim debutan membuktikan bahwa peta kekuatan dunia mulai bergeser. Pantau terus perkembangan hasil pertandingan dan klasemen grup untuk melihat apakah raksasa lain akan tumbang melalui update rutin di situs score.co.id sekarang.