Terungkap! Gaji Pemain Persebaya Surabaya 2026: Asing Bisa Sentuh Rp300 Juta Sebulan

SCORE.CO.ID - Sepak bola Indonesia bukan hanya soal sorak-sorai suporter di stadion atau drama sengit di lapangan hijau. Di balik gemerlap kompetisi Liga 1, ada hal yang selalu membuat penasaran para penggemar, yakni berapa sebenarnya gaji pemain Persebaya Surabaya 2026?Β  Pertanyaan itu akhirnya sedikit terjawab setelah Direktur Operasional Persebaya Surabaya, Candra Wahyudi, membocorkan kisaran pendapatan pemain lokal maupun asing yang merumput di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Bocoran Gaji Pemain Persebaya Surabaya 2026

Candra mengungkapkan bahwa pemain asing di Liga 1 bisa menerima bayaran yang cukup fantastis. Menurutnya, gaji tertinggi pemain impor bahkan bisa mencapai sekitar Rp250 juta hingga Rp300 juta setiap bulan.Β  Angka tersebut tentu menjadi bukti bahwa kualitas pemain asing yang didatangkan klub-klub Liga 1 memang dihargai cukup tinggi. Sementara itu, untuk pemain lokal, nominal gaji pemain Persebaya Surabaya 2026 juga tidak bisa dianggap kecil. Candra menyebut pemain Indonesia dengan status bintang atau pemain penting di tim bisa memperoleh pendapatan sekitar Rp130 juta hingga Rp150 juta per bulan.Β  Angka tersebut belum termasuk berbagai bonus yang biasanya diberikan klub berdasarkan performa tim atau hasil pertandingan.

Besaran Gaji Dipengaruhi Banyak Hal

Direktur Operasional Persebaya Surabaya, Candra Wahyudi
Direktur Operasional Persebaya Surabaya, Candra Wahyudi
Menurut pria kelahiran Bojonegoro tersebut, besaran gaji pemain asing biasanya dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satu yang paling menentukan adalah pengalaman bermain di luar negeri.Β  Jika seorang pemain pernah berkarir di liga-liga top Eropa atau memiliki rekam jejak internasional yang kuat, maka nilai kontraknya bisa langsung melonjak ke kategori tertinggi. Di sisi lain, pemain lokal yang belum memiliki reputasi besar tetap bisa memperoleh penghasilan yang cukup layak.Β  Meski tidak mencapai ratusan juta rupiah, banyak pemain domestik masih mendapatkan gaji puluhan juta rupiah setiap bulannya.Β  Nilai tersebut tentu tetap menjanjikan, terutama jika dibandingkan dengan profesi lain di Indonesia. Candra juga menjelaskan bahwa tidak ada standar baku mengenai kontrak pemain di Liga 1.Β  Setiap klub memiliki kebijakan masing-masing dalam menentukan nilai dan sistem pembayaran gaji pemainnya.Β  Oleh karena itulah, nominal yang diterima seorang pemain bisa berbeda-beda meskipun bermain di kompetisi yang sama. Biasanya, klub menggunakan sistem kontrak tahunan dengan nilai total tertentu. Setelah itu, nilai kontrak tersebut bisa dibagi menjadi pembayaran bulanan atau mengikuti kesepakatan lain antara klub dan pemain.