Taktik Ghaib Arteta Bawa Arsenal Sapu Bersih Premier League: Anehnya Tak Bertenaga di Liga Champions

SCORE.CO.ID - Arsenal akhirnya mengakhiri penantian panjang dengan menjuarai Premier League musim lalu. Taktik Ghaib Arteta kini kembali menarik perhatian setelah The Gunners terlihat semakin siap mempertahankan gelar domestik. 19 Mei 2026 lalu, hasil imbang 1-1 Manchester City kontra Bournemouth memastikan Arsenal tidak lagi mampu dikejar di puncak klasemen.Β  Gelar tersebut menjadi yang pertama bagi Arsenal sejak 2004 setelah tiga musim berturut-turut hanya finis sebagai runner-up. Peluang mempertahankan gelar musim ini juga terbuka lebar.

Skuad Arsenal Semakin Dalam dan Kompetitif Berkat Taktik Ghaib Arteta

Euforia juara masih terasa di Emirates. Para pendukung akhirnya mendapatkan hadiah setelah bertahun-tahun melihat tim kesayangan mereka gagal melewati garis finis. Kekecewaan sempat muncul setelah Arsenal gagal mendatangkan Vinicius Junior. Morgan Rogers yang memilih Chelsea juga menjadi transfer yang membuat sebagian suporter kecewa. Namun, kemenangan telak 3-0 atas Manchester City di Community Shield mengubah suasana. Arsenal menunjukkan bahwa mereka tidak sekadar puas setelah menjadi juara Premier League. Christos Tzolis sempat diragukan setelah sebelumnya kesulitan menunjukkan performa terbaik di Norwich City. Namun, pemain asal Yunani tersebut justru tampil impresif sepanjang pramusim. Transfer terbesar Arsenal adalah Bruno Guimaraes. Mantan kapten Newcastle United itu didatangkan dengan harga sekitar Β£75 juta dan dinilai cocok dengan kebutuhan lini tengah Arteta. Arsenal masih mencari tambahan penyerang. Julian Alvarez dan Victor Osimhen menjadi dua nama yang disebut dapat memperkuat lini depan. Jika salah satu striker tersebut berhasil didatangkan, kedalaman skuad Arsenal akan semakin menakutkan.

Pramusim Sempat Mengkhawatirkan

Bruno Guimaraes Mantan Kapten Newcastle
Bruno Guimaraes Mantan Kapten Newcastle
Perjalanan Arsenal menuju musim baru sebenarnya tidak sepenuhnya mulus. Setelah menang 4-1 atas Girona, mereka justru kalah 3-1 dari Real Betis dan kembali tumbang saat menghadapi Borussia Dortmund. Absennya William Saliba karena cedera juga sempat memunculkan kekhawatiran. Namun, kemenangan atas Manchester City menjadi jawaban meyakinkan. Arsenal mampu menghentikan Erling Haaland dan kawan-kawan tanpa kebobolan. Bahkan, kemenangan tersebut diraih ketika sejumlah pemain penting belum tampil sejak menit awal. Perhatian lainnya tertuju kepada Max Dowman. Pemain berusia 16 tahun itu mencetak sejarah sebagai pencetak gol termuda Premier League saat menghadapi Everton musim lalu. Cedera sempat menghambat perkembangannya, tetapi Dowman berpeluang mendapatkan menit bermain lebih banyak musim ini. Arteta membutuhkan rotasi untuk menjaga kebugaran Bukayo Saka. Dengan kedalaman skuad, munculnya pemain muda, serta melemahnya sejumlah rival, Arsenal memiliki modal kuat untuk kembali berjaya. Jika semua rencana berjalan sesuai harapan, taktik Ghaib Arteta bisa kembali menjadi pembicaraan ketika Arsenal memburu lebih banyak trofi musim ini.