Syarat PSIS Promosi ke BRI Super League Menurut Otavio Dutra
Β· sukro score.co.id
SEMARANG, score.co.id - Ambisi PSIS promosi ke BRI Super League musim depan mendapat sentilan keras dari bek seniornya sendiri, Otavio Dutra. Pasca musim yang penuh turbulensi di Pegadaian Championship 2025/2026 berakhir, Dutra tak ragu membuka borok tim. Ia menuntut perubahan total jika Mahesa Jenar serius ingin kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Bek naturalisasi asal Brasil itu datang di saat yang paling kelam. Desember 2025, PSIS terjerembap di dasar klasemen hanya dengan 2 poin. Sebuah situasi yang ia sebut sangat kontras dengan pengalamannya di klub sebelumnya. Mentalitas skuad hancur lebur.
Otavio Dutra (jersey biru) menjadi benteng kokoh PSIS Semarang sejak didatangkan pada pertengahan musim Pegadaian Championship 2025/2026.
Misi Mustahil di Tengah Krisis
Dutra, bersama legiun senior lain seperti Beto Goncalves dan Esteban Vizcarra, mengemban tugas berat. Bukan sekadar taktik, tapi membangkitkan kembali jiwa para pemain muda yang telanjur jatuh. Butuh waktu. Butuh proses. Hampir dua bulan mereka berjibaku membangun kembali kepingan kepercayaan diri yang berserakan.
"Puji Tuhan kami bisa mencapai target. Namun, untuk musim depan, kalau memang mau promosi ke Liga 1, PSIS Semarang harus berubah. Ada banyak hal dan faktor yang harus diubah," tegas Dutra dalam pernyataannya, Selasa (6/5/2026).
Target bertahan di Liga 2 memang tercapai. Namun, luka di laga penutup masih terasa perih. PSIS menjadi bulan-bulanan PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Minggu (3/5/2026), dan dipaksa menyerah 0-3. Kekalahan itu sekaligus mengantar PSS menjadi juara Grup 2 dan mengunci tiket promosi ke BRI Super League 2026/2027. Sebuah pemandangan yang seharusnya menjadi cambuk bagi manajemen Mahesa Jenar.
Tendangan bebas Arda Alfareza menjadi gol ketiga PSS Sleman, mengubur asa PSIS di laga pamungkas.
Resep Promosi: Materi Pemain dan Persiapan Matang
Lantas, apa resep Dutra agar mimpi PSIS promosi ke BRI Super League tidak lagi jadi angan-angan? Jawabannya tajam dan lugas. Perombakan skuad.
"PSIS Semarang harus punya materi pemain yang lebih bagus dari musim ini. Selain itu, ada banyak hal yang harus disiapkan. Ini harus disiapkan jauh sebelum kompetisi dimulai," lanjut bek berusia 42 tahun itu. Sinyal jelas bahwa mengandalkan skuad yang ada tidak akan cukup untuk bersaing di jalur promosi yang kejam.
Persiapan yang mepet dan kualitas pemain yang pas-pasan adalah resep kegagalan. Dutra, dengan segudang pengalamannya, paham betul bahwa promosi membutuhkan fondasi tim yang solid, bukan sekadar tambal sulam di bursa transfer tengah musim.
Trio senior (dari kiri) Otavio Dutra, Esteban Vizcarra, dan Beto Goncalves menjadi mentor bagi para pemain muda PSIS.
Kini, masa depan sang komandan pertahanan itu sendiri masih abu-abu. Ia mengaku sudah menerima beberapa tawaran dari klub lain dan akan mengambil keputusan setelah evaluasi penuh. Apakah manajemen PSIS akan mendengar alarm darurat yang dibunyikan Dutra, atau kembali berjudi dengan nasib?
Waktu akan menjawab. Pantau terus manuver transfer dan persiapan Laskar Mahesa Jenar dalam upaya mewujudkan target PSIS promosi ke BRI Super League musim depan hanya di score.co.id.