Syarat Persijap Jepara Lolos Degradasi Jelang Laga Lawan Persita Tangerang

score.co.id - Syarat Persijap Jepara lolos degradasi dari BRI Super League 2025/2026 kini berada di ujung tanduk setelah dua kekalahan beruntun yang menyakitkan. Juru taktik Mario Lemos dituntut memutar otak jelang laga tandang krusial melawan Persita Tangerang, menyusul hasil negatif saat dibekuk Persija Jakarta oleh gol Gustavo Almeida di menit akhir pekan lalu.
Pelatih Persijap Jepara, Mario Lemos, menghadapi tekanan besar untuk membawa timnya lolos dari ancaman degradasi.
Laskar Kalinyamat saat ini terjebak di posisi 14 klasemen BRI Super League 2025/2026. Mengoleksi 31 poin dari 31 pertandingan, posisi mereka belum sepenuhnya aman. Persijap hanya unggul empat poin dari Persis Solo yang berada di peringkat 16, batas atas zona degradasi. Situasi ini menjadi genting setelah tren positif delapan laga tanpa kalah harus terhenti. Dimulai dari kekalahan tipis 0-1 melawan Dewa United, derita berlanjut saat takluk 0-2 dari Persija Jakarta di Stadion Gelora Bumi Kartini, Senin (4/5/2026) malam. Gol dari Rayhan Hannan dan penalti Gustavo Almeida di penghujung laga membuat posisi tim semakin rawan.

Skenario Laskar Kalinyamat Bertahan di Liga 1

Dengan tiga pertandingan tersisa, nasib Persijap Jepara sepenuhnya berada di tangan mereka sendiri. Laga terdekat dan paling menentukan adalah lawatan ke markas Persita Tangerang di Stadion Indomilk Arena, Minggu (10/5/2026). Secara matematis, syarat Persijap Jepara lolos degradasi cukup sederhana: meraih poin di Tangerang. Satu poin dari hasil imbang sudah cukup untuk menjaga jarak aman dari kejaran Persis Solo, setidaknya untuk satu pekan ke depan. Namun, kemenangan menjadi harga mati yang bisa mengunci status bertahan di Liga 1 lebih cepat.
Kekalahan dari Persija Jakarta menjadi pukulan telak bagi perjuangan Persijap Jepara menghindari zona degradasi.
Tiga poin akan membuat selisih menjadi tujuh poin, sebuah jarak yang sangat sulit dikejar oleh pesaing di zona merah dengan hanya dua laga tersisa setelahnya. Kemenangan menjadi krusial mengingat jadwal sisa Persijap terbilang sangat berat. Setelah Persita, mereka harus menjamu tim papan atas Borneo FC (17/5) dan menutup musim dengan bertandang ke markas kandidat juara, Persib Bandung (23/5).

Fokus Pembenahan Mario Lemos

Pelatih kepala Mario Lemos mengakui tekanan besar yang dirasakan anak asuhnya. Menurut juru taktik asal Portugal tersebut, timnya sebenarnya mampu menciptakan peluang, namun gagal dalam penyelesaian akhir. Hal ini menjadi evaluasi utama jelang duel Persijap vs Persita Tangerang.
"Menurut pelatih asal Portugal tersebut, meskipun timnya memiliki peluang di babak pertama, mereka gagal memanfaatkan kesempatan tersebut dan justru kebobolan akibat serangan balik ketika mencoba bangkit di babak kedua. Mario Lemos bertekad untuk melakukan evaluasi, terutama dalam hal penyelesaian akhir, agar lebih baik dalam pertandingan selanjutnya melawan Persita Tangerang."
Lemos juga mengakui keunggulan materi pemain lawan seperti Persija yang dihuni Emaxwell Souza dan Gustavo Almeida. Namun, ia menegaskan bahwa fokus kini sepenuhnya diarahkan untuk mempersiapkan tim sebaik mungkin demi mencuri poin di kandang Pendekar Cisadane.
Pertandingan melawan Persita Tangerang akan menjadi laga hidup mati bagi Persijap Jepara musim ini.
Perjuangan Laskar Kalinyamat untuk bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia akan ditentukan dalam tiga laga pamungkas. Mampukah mereka bangkit dan mengamankan posisi? Jawabannya akan mulai terlihat akhir pekan ini. Terus ikuti perkembangan terbaru dan analisis mendalam mengenai syarat Persijap Jepara lolos degradasi secara eksklusif hanya di score.co.id.