Statistik Rafael Struick Dewa United Musim 2025/2026 Jauh Dari Ekspektasi

SCORE.CO.ID - Kadang perjalanan seorang pemain tidak selalu langsung mulus begitu pindah klub baru. Ada yang langsung bersinar sejak laga pertama, ada juga yang harus melewati masa adaptasi panjang. Statistik Rafael Struick Dewa United pada musim 2025/2026 boleh dibilang jauh dari ekspektasi

Menit Bermain Minim Jadi Kendala

Saat pertama datang ke klub berjuluk Banten Warriors itu, ekspektasi terhadap Struick sebenarnya cukup besar.Β  Apalagi pemain berusia 22 tahun tersebut sebelumnya pernah menimba pengalaman di luar negeri bersama ADO Den Haag di Belanda dan Brisbane Roar di Australia.Β  Banyak yang berharap ia bisa menjadi salah satu pembeda di lini depan Dewa United. Salah satu masalah terbesar yang dihadapi Rafael Struick musim ini adalah minimnya menit bermain.Β  Dari total 13 pertandingan yang sudah dijalani di semua kompetisi, sebagian besar penampilannya datang dari bangku cadangan. Secara keseluruhan, Struick baru mengoleksi 391 menit bermain. Jumlah itu tentu cukup kecil untuk pemain yang diharapkan bisa memberi dampak besar di lini serang. Situasi tersebut membuat Struick kesulitan menemukan ritme permainan terbaiknya. Ia juga belum mendapat kesempatan tampil secara konsisten sebagai starter dalam jangka panjang. Meski begitu, pelatih Dewa United tampaknya masih mencoba memberi ruang bagi pemain keturunan Indonesia-Belanda tersebut untuk berkembang perlahan.

Statistik Rafael Struick Dewa United

Struick Pemain Dewa United
Struick Pemain Dewa United
Jika melihat catatan statistik Rafael Struick Dewa United memang belum terlalu memuaskan. Hingga awal Januari 2026, ia baru mencatat satu gol dan satu assist bersama Dewa United. Gol tunggalnya bahkan bukan tercipta di kompetisi domestik BRI Super League, melainkan di ajang AFC Challenge League saat menghadapi Shan United dari Myanmar.Β  Momen itu sempat menjadi titik positif karena Struick akhirnya mampu memecahkan kebuntuan gol bersama klub barunya. Namun di luar itu, kontribusinya masih dianggap belum cukup besar untuk pemain dengan reputasi dan pengalaman internasional yang dimilikinya. Selain minim gol dan assist, Struick juga harus menerima noda kartu merah yang membuat perjalanannya musim ini terasa semakin berat.Β  Kini tantangan terbesar bagi Rafael Struick adalah membuktikan bahwa dirinya masih layak menjadi salah satu pemain muda potensial Indonesia. Musim masih panjang, dan peluang bangkit tentu masih terbuka. Tinggal bagaimana Struick mampu memanfaatkan kesempatan berikutnya untuk mengubah kritik menjadi pembuktian di lapangan.