Statistik Penguasaan Bola Persib vs Arema 0-0: Dominasi Tanpa Gol, Ada Apa?
Β· sukro score.co.id
score.co.id - Statistik penguasaan bola Persib vs Arema menjadi sorotan utama usai laga pekan ke-29 BRI Super League 2025/2026 berakhir antiklimaks dengan skor kacamata 0-0. Bermain di hadapan puluhan ribu Bobotoh di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jumat (24/4/2026) malam, dominasi total Pangeran Biru gagal menembus tembok pertahanan Singo Edan yang tampil luar biasa disiplin, terutama sang penjaga gawang, Lucas Frigeri.
Kiper Arema FC, Lucas Frigeri, menjadi pahlawan dengan serangkaian penyelamatan gemilang di GBLA.
Sejak peluit pertama dibunyikan, Persib langsung tancap gas. Duet lini tengah kelas wahid, Marc Klok dan Thom Haye, menjadi metronom serangan yang tak henti-hentinya mengalirkan bola ke segala penjuru. Trio juru gedor Andrew Jung, Berguinho, dan Uilliam Barros dibuat bekerja keras membongkar pertahanan lawan.
Data statistik pertandingan Persib Arema berbicara jelas. Maung Bandung mencatatkan penguasaan bola Persib mencapai 64%, memaksa Arema FC lebih banyak bertahan di areanya sendiri. Tak tanggung-tanggung, total 28 tembakan dilepaskan oleh para pemain Persib, dengan 13 di antaranya mengarah tepat ke gawang. Gelombang serangan itu juga menghasilkan 18 sepak pojok, sebuah angka yang menunjukkan betapa masifnya tekanan yang diberikan.
Tembok Kokoh Bernama Lucas Frigeri
Namun, semua statistik superior itu seakan tak berarti di hadapan Lucas Frigeri. Kiper asal Brasil ini tampil kesetanan di bawah mistar gawang Arema FC. Ia menjadi figur sentral yang mematahkan setiap peluang emas yang didapat Persib.
Mulai dari sepakan keras Marc Klok, sundulan tajam Andrew Jung, hingga tusukan Uilliam Barros, semuanya berhasil dimentahkan. Puncaknya adalah penyelamatan krusial di masa injury time saat ia menggagalkan peluang satu lawan satu dari Beckham Putra yang bisa saja mengubah segalanya. Organisasi pertahanan 3-4-3 yang diusung Arema benar-benar sukses meredam daya ledak tuan rumah.
Kapten Persib, Marc Klok, berjuang keras di lini tengah untuk membongkar pertahanan rapat Arema FC.
Juru taktik Persib, Bojan Hodak, tak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya, namun tetap memberikan kredit bagi lawan dan terutama kipernya.
"Setiap pertandingan kami berusaha menang. Tapi kita tahu Arema bermain bertahan dan betul-betul menjalankan instruksi pelatihnya dengan baik. Kami punya peluang cetak gol. Dan pemain terbaik (dalam laga ini) adalah penjaga gawang mereka (Lucas Frigeri)," ujar Bojan Hodak usai laga.
Hasil imbang ini bukan hanya soal kehilangan dua poin. Bagi Persib, skor 0-0 ini secara resmi menghentikan rekor 14 kemenangan kandang beruntun mereka yang begitu impresif di kompetisi domestik musim ini. Ini juga menjadi hasil seri kedua berturut-turut setelah pekan lalu ditahan Dewa United 2-2.
Meskipun masih kokoh di puncak klasemen BRI Super League 2025/2026 dengan 66 poin, posisi Persib kini tidak lagi senyaman sebelumnya. Jarak mereka dengan Borneo FC di peringkat kedua kini hanya tersisa tiga angka, dengan sang rival masih menyimpan satu laga tunda. Sebaliknya, satu poin dari GBLA adalah hasil yang sangat berharga bagi Arema. Tambahan poin ini membuat posisi mereka di papan tengah semakin aman dan memperpanjang catatan clean sheet menjadi tiga laga beruntun.
Peluang emas Beckham Putra di menit akhir menjadi gambaran frustrasi lini depan Persib Bandung.
Lantas, apa yang salah dengan dominasi tanpa gol ini? Kombinasi dari penyelesaian akhir yang kurang klinis, strategi parkir bus Arema yang efektif, dan performa heroik Lucas Frigeri menjadi jawaban mengapa statistik penguasaan bola Persib vs Arem yang superior gagal dikonversi menjadi kemenangan.
Terus ikuti analisis mendalam dan berita terbaru seputar statistik penguasaan bola Persib vs Arem serta perjalanan mereka di sisa musim BRI Super League 2025/2026 hanya di score.co.id.