SCORE.CO.ID - Di mana saja letak stadion terkecil di Indonesia? Nusantara dikenal memiliki banyak stadion megah dengan kapasitas puluhan ribu penonton. Namun di balik itu, ada juga stadion kecil yang tetap aktif digunakan hingga sekarang.
Data per Juni 2023 menunjukkan Indonesia memiliki sekitar 25 stadion berkapasitas besar. Contohnya Jakarta International Stadium yang menampung 82.000 penonton.
Selain itu, Stadion Utama Gelora Bung Karno juga mampu menampung 76.127 penonton. Meski begitu, stadion kecil tetap punya peran penting dalam kompetisi sepak bola nasional.
6 Stadion Terkecil di Indonesia yang Masih Aktif
1. Stadion PTIK β Kapasitas 3.000 Penonton
Stadion ini berada di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dan cukup dikenal. Kapasitasnya hanya sekitar 3.000 penonton, menjadikannya salah satu yang terkecil.
Meski kecil, stadion ini pernah dipakai laga Liga 1 dan uji coba tim nasional. Stadion ini juga menjadi markas Bhayangkara FC dalam beberapa musim terakhir.
Renovasi dilakukan pada Oktober 2019 untuk meningkatkan kualitas lapangan dan tribune. Rumput stadion bahkan disamakan dengan standar Stadion Gelora Bung Karno.
2. Stadion Segiri β Kapasitas 13.000 Penonton
Stadion ini berdiri sejak 1970 dan direnovasi besar pada 2008. Lokasinya berada di Samarinda dan menjadi markas utama Borneo FC.
Kapasitasnya sekitar 13.000 penonton dengan beberapa tribun utama yang menyatu. Tribun VIP di sisi barat memiliki kapasitas sekitar 7.600 kursi penonton.
Stadion ini sempat menjadi markas klub Putra Samarinda dan Persisam sebelumnya. Kini tetap aktif digunakan untuk kompetisi Liga 1 dan berbagai laga penting.
3. Stadion Tuah Pahoe β Kapasitas 10.000β15.000 Penonton
Stadion ini menjadi kebanggaan masyarakat Palangka Raya sejak dibangun pada 1980-an. Saat ini digunakan sebagai markas Kalteng Putra di kompetisi Liga 2.
Renovasi dilakukan pada 2020 untuk menambah fasilitas dan kapasitas penonton. Tambahan tribune baru membuat stadion ini lebih nyaman untuk pertandingan resmi.
Selain itu, tersedia papan skor digital dan lintasan atletik yang diperbarui. Fasilitas ini membuat stadion tetap layak digunakan untuk pertandingan profesional.
4. Stadion Andi Mattalatta β Kapasitas 15.000 Penonton
Stadion ini dikenal sebagai markas lama PSM Makassar yang cukup legendaris. Awalnya, lokasi stadion merupakan perkebunan pada masa kolonial Belanda.
Setelah kemerdekaan, stadion diubah menjadi fasilitas olahraga oleh pemerintah daerah. Kapasitasnya sekitar 15.000 penonton dan pernah menjadi pusat sepak bola Makassar.
Pada 2020, stadion ini sempat direncanakan direnovasi menjadi standar internasional. Namun proyek tersebut tidak dilanjutkan dan kini tidak lagi jadi kandang utama.
5. Stadion 17 Mei β Kapasitas hingga 30.000 Penonton
Stadion ini awalnya dibangun dari lahan sederhana berupa bekas aliran sungai. Seiring waktu, stadion mengalami banyak renovasi dan peningkatan kapasitas.
Pada 2007, kapasitas ditingkatkan menjadi 15.000 untuk ajang POMNAS. Kemudian pada 2013, jumlah kursi bertambah hingga mencapai 30.000 penonton.
Stadion ini menjadi markas Barito Putera dan tetap digunakan hingga sekarang. Renovasi terakhir dilakukan pada 2019 dengan penambahan tribune VVIP.
Meski kapasitasnya kecil dibanding stadion besar di Indonesia, fungsi tetap maksimal. Banyak laga penting tetap digelar di stadion ini setiap musim kompetisi berlangsung.
Itulah daftar stadion terkecil di Indonesia. Meski kecil, tapi memberi atmosfer berbeda karena jarak penonton lebih dekat, dan justru membuat pertandingan terasa lebih intens dan menarik untuk disaksikan.***