Spurs Terperosok di Liga Premier: West Ham Menari di Atas Penderitaan
Β· SCORE.CO.ID Sunny S.Kom
SCORE.CO.ID - Langit London seperti ikut muram ketika kabar buruk menghantam dari segala arah. Di saat sebagian kota merayakan kebangkitan, sebagian lainnya justru tenggelam dalam kecemasan. Spurs terperosok di Liga Premier dan kini resmi terjatuh ke zona degradasi.Sebuah kenyataan pahit yang terasa seperti mimpi buruk, terutama setelah musim lalu mereka sempat mencicipi manisnya trofi Eropa.
Spurs Terperosok di Liga Premier
Semua bermula dari malam brutal di London Stadium. West Ham United tampil beringas, melumat Wolverhampton Wanderers tanpa ampun dengan skor telak 4-0.Β Dua gol dari Konstantinos Mavropanos dan Taty Castellanos menjadi palu yang memaku kemenangan The Hammers. Tiga poin ini bukan sekadar angka, melainkan tiket keluar dari zona merah.Β West Ham kini duduk di peringkat ke-17, unggul tipis namun berarti. Namun, setiap kebangkitan selalu punya korban. Di sisi lain kota, Tottenham harus menerima nasib sebaliknya.Β Spurs terperosok di Liga Premier yakni di posisi ke-18, menandai kali pertama dalam 17 tahun mereka masuk zona degradasi. Terakhir kali situasi seburuk ini terjadi adalah pada era Harry Redknapp di 2009.Β Kini, sejarah kelam itu seperti terulang dengan cara yang lebih menyakitkan. Di tengah badai ini, Roberto De Zerbi datang membawa harapan atau mungkin sekadar harapan yang rapuh.Β Ia menjadi pelatih ketiga Tottenham musim ini setelah Thomas Frank dan Igor Tudor gagal menemukan solusi. Tantangannya langsung berat, menghentikan laju tanpa kemenangan dalam 13 laga liga.Β Statistik yang terasa seperti kutukan, delapan kekalahan, dan nihil kemenangan kandang sejak Desember membuat situasi semakin mencekik.Sementara itu, di kubu West Ham, Nuno Espirito Santo perlahan merangkai kisah bertahan hidup. Menggantikan Graham Potter, ia membawa stabilitas di tengah musim yang kacau.Β Poin-poin penting berhasil diamankan, bahkan saat menghadapi tim-tim besar. Kemenangan besar atas Wolves menjadi suntikan moral sekaligus dorongan signifikan untuk selisih gol mereka.
Klasemen Derby London Masih Menanti
Roberto De Zerbi Pelatih HotspurMeski begitu, jalan West Ham belum sepenuhnya lapang. Derby London dan duel melawan pemuncak klasemen masih menanti. Namun setidaknya, untuk saat ini, mereka kembali memegang kendali atas nasib sendiri.Berbeda dengan Spurs yang kini berdiri di tepi jurang. Jadwal ke depan terasa seperti ujian tanpa jeda, Sunderland, Brighton, Wolves, lalu rentetan laga berat di bulan Mei melawan Aston Villa, Chelsea, hingga Everton di pekan penutup.Β Setiap pertandingan bukan lagi soal gengsi, melainkan soal bertahan hidup. Bayangan turun ke Championship kini bukan sekadar ancaman kosong. Dengan tujuh laga tersisa, tekanan menumpuk di setiap sudut klub.Β