Skuad Argentina Juara Piala Dunia 1978: Daftar Lengkap dan Formasi Legendaris

Score.co.idSkuad Argentina Juara Piala Dunia 1978 mencatatkan sejarah besar setelah menumbangkan Belanda dengan skor 3-1 melalui babak perpanjangan waktu pada 25 Juni 1978. Keberhasilan ini menjadi gelar perdana bagi La Albiceleste yang saat itu berstatus sebagai tuan rumah di bawah arahan teknis César Luis Menotti. Kemenangan di Estadio Monumental tersebut sekaligus mengakhiri penantian panjang masyarakat Argentina sejak turnamen pertama tahun 1930.

Daftar pemain Timnas Argentina Piala Dunia 1978

Menotti memanggil 22 pemain untuk memperkuat tim nasional dalam turnamen akbar ini, di mana mayoritas penggawa berasal dari kompetisi liga domestik. Hanya ada satu nama yang berkarir di luar negeri, yakni sang bintang Mario Kempes. Skuad ini dikenal sangat solid dengan kombinasi pemain berpengalaman dan talenta lokal berbakat.

Kiper

  • Ubaldo Fillol (River Plate) – Tampil dalam 7 pertandingan penuh (660 menit). Ia dinobatkan sebagai Ubaldo Fillol kiper terbaik turnamen.
  • Héctor Baley (Huracán) – 0 penampilan.
  • Ricardo La Volpe (San Lorenzo) – 0 penampilan.

Bek

  • Daniel Passarella (Kapten - River Plate) – 7 penampilan, mencetak 1 gol.
  • Luis Galván (Talleres) – 7 penampilan.
  • Jorge Olguín (San Lorenzo) – 7 penampilan.
  • Alberto Tarantini (Boca Juniors) – 7 penampilan, mencetak 1 gol.
  • Daniel Killer (Racing Club) – 0 penampilan.
  • Rubén Pagnanini (Independiente) – 0 penampilan.

Gelandang

  • Américo Gallego (Newell's Old Boys) – 7 penampilan.
  • Osvaldo Ardiles (Huracán) – 6 penampilan.
  • Omar Larrosa (Independiente) – 2 penampilan.
  • Ricardo Villa (Racing Club) – 2 penampilan.
  • Norberto Alonso (River Plate) – 3 penampilan.
  • Miguel Oviedo (Talleres) – 1 penampilan.
  • Rubén Galván (Independiente) – 0 penampilan.

Penyerang

  • Mario Kempes (Valencia) – 7 penampilan, mencetak 6 gol.
  • Leopoldo Luque (River Plate) – 5 penampilan, 4 gol.
  • Daniel Bertoni (Independiente) – 6 penampilan, 2 gol.
  • Oscar Alberto Ortiz (River Plate) – 6 penampilan.
  • José Daniel Valencia (Talleres) – 4 penampilan.
  • René Houseman (Huracán) – 6 penampilan, 1 gol.
Berdasarkan data daftar pemain Argentina 1978 tersebut, terlihat dominasi klub-klub lokal seperti River Plate dan Independiente dalam membentuk kerangka tim juara. Uniknya, nomor punggung pemain tidak ditentukan oleh posisi bermain, melainkan berdasarkan urutan alfabetis nama belakang mereka.

Formasi Argentina 1978 ala César Luis Menotti

César Luis Menotti pelatih Argentina menerapkan filosofi sepak bola menyerang yang dikenal dengan istilah "fútbol y hombría". Strategi ini menuntut keberanian pemain untuk memegang bola dan terus menekan lawan sepanjang pertandingan. Skema dasar yang digunakan adalah 4-3-3 klasik yang sangat dinamis. Dalam formasi Argentina 1978, barisan belakang dipimpin oleh Daniel Passarella dan Luis Galván sebagai bek tengah, diapit oleh Jorge Olguín dan Alberto Tarantini. Lini tengah menjadi milik Osvaldo Ardiles, Américo Gallego, dan Mario Kempes yang sering turun menjemput bola. Di lini depan, trio Daniel Bertoni, Leopoldo Luque, dan Oscar Ortiz menjadi ancaman utama bagi pertahanan lawan. Pada laga Argentina vs Belanda final 1978, Menotti menurunkan susunan pemain utama: Fillol; Olguín, Galván, Passarella, Tarantini; Ardiles (Larrosa 66'), Gallego, Kempes; Bertoni, Luque, Ortiz (Houseman 75'). Strategi ini terbukti efektif dalam meredam total football Belanda yang sangat disiplin.

Perjalanan Argentina juara Piala Dunia 1978

Langkah Argentina dimulai di fase grup pertama dengan kemenangan tipis 2-1 atas Hungaria dan Prancis. Meskipun menderita kekalahan 0-1 dari Italia, La Albiceleste tetap melaju ke fase grup kedua sebagai runner-up. Di tahap selanjutnya, persaingan semakin sengit karena mereka harus berhadapan dengan Polandia, Brasil, dan Peru. Setelah mengalahkan Polandia 2-0 dan bermain imbang tanpa gol melawan Brasil, Argentina menghadapi situasi hidup mati melawan Peru. Mereka diwajibkan menang dengan selisih minimal empat gol untuk melaju ke final. Secara mengejutkan, tim asuhan Menotti menang telak 6-0 di Rosario, di mana Kempes menyumbang dua gol penting dalam pesta tersebut. Puncaknya terjadi di Estadio Monumental pada 25 Juni 1978. Menghadapi Belanda, laga berlangsung sangat dramatis. Argentina unggul lebih dulu melalui gol Kempes sebelum disamakan oleh Dick Nanninga di menit-menit akhir waktu normal. Di babak tambahan, Kempes kembali mencetak gol disusul aksi Daniel Bertoni yang memastikan kemenangan 3-1 untuk gelar juara dunia pertama mereka.

Statistik Mario Kempes top skor Piala Dunia 1978

Turnamen 1978 merupakan panggung pembuktian bagi sang striker, Mario Kempes. Meski sempat buntu di babak grup pertama, penyerang Valencia ini meledak di fase-fase krusial. Total, ia mencatatkan 6 gol dalam 7 pertandingan yang menjadikannya Mario Kempes top skor 1978 sekaligus peraih Sepatu Emas. Menotti sempat melontarkan pujian sebelum turnamen dimulai. "Dia kuat, memiliki kemampuan teknis, mampu menciptakan ruang, dan memiliki tendangan keras. Dia adalah pemain yang bisa membuat perbedaan," ujar sang pelatih. Ucapan tersebut terbukti benar karena Kempes tidak hanya menjadi pencetak gol terbanyak, tetapi juga dinobatkan sebagai Pemain Terbaik dalam turnamen tersebut.

Fakta unik skuad Argentina 1978

Keberhasilan skuad ini menyimpan beberapa fakta menarik yang tetap dibicarakan hingga puluhan tahun kemudian. Salah satu kebijakan Menotti yang paling kontroversial adalah mencoret wonderkid berusia 17 tahun, Diego Maradona, dari daftar akhir pemain karena dianggap masih terlalu muda untuk tekanan kompetisi besar. Fakta unik lainnya adalah pemberian nomor punggung secara alfabetis. Hal ini menyebabkan gelandang Norberto Alonso mengenakan nomor 1 yang biasanya identik dengan kiper, sementara kiper utama Ubaldo Fillol harus menggunakan nomor 5. Mario Kempes sendiri kebetulan mendapatkan nomor 10, dan kapten Daniel Passarella mengenakan nomor 19. Selain itu, turnamen ini menggunakan bola resmi Adidas Tango dan maskot ikonik bernama Gauchito. Kemenangan ini memberikan kebahagiaan luar biasa bagi rakyat Argentina di tengah situasi politik yang sulit saat itu. Rekaman gol-gol krusial Kempes masih sering diputar ulang oleh akun resmi AFA dan CONMEBOL sebagai momen yang tidak terlupakan dalam sejarah sepak bola Amerika Latin. Kisah sukses ini menjadi fondasi bagi kejayaan Argentina di masa depan. Bagi Anda yang ingin terus mengikuti perkembangan sejarah sepak bola dan update skor terkini, pastikan untuk selalu mengunjungi Score.co.id sebagai sumber informasi olahraga terpercaya Anda.