Sejarah Kelam El Clasico: Mengenang Momen Madrid Bantai Barca 8-2
· sukro score.co.id
score.co.id - Madrid Bantai Barca 8-2 dalam sebuah laga La Liga yang tak akan pernah lekang oleh waktu, sebuah noda kelam dalam sejarah rivalitas El Clasico. Pada 3 Februari 1935, Estadio Chamartín menjadi saksi bisu pembantaian yang didalangi oleh juru gedor Ildefonso Sañudo dan Jaime Lazcano, mengukir rekor kemenangan terbesar yang masih bertahan hingga kini.
Aksi Jaime Lazcano yang membuka keran gol Real Madrid ke gawang Barcelona pada laga bersejarah 1935.
Babak Pertama Mengerikan: Los Blancos Mengamuk 5-1
Pertandingan yang merupakan bagian dari jornada ke-10 La Liga musim 1934/35 itu sejak awal sudah menunjukkan tanda-tanda akan menjadi malam yang panjang bagi tim tamu. Real Madrid, yang bermain di hadapan pendukungnya sendiri, langsung tancap gas. Keran gol dibuka oleh Jaime Lazcano saat laga baru berjalan 15 menit, membuat seisi Chamartín bergemuruh.
Barcelona sempat mencoba memberi perlawanan. Josep Escolà berhasil menyamakan kedudukan dua menit berselang, sebuah gol yang seolah memberi harapan palsu. Namun, harapan itu sirna seketika. Madrid kembali mengamuk, kali ini melalui Ildefonso Sañudo yang mencetak gol di menit ke-21. Luis Regueiro (29') dan dua gol tambahan dari Sañudo (35', 42') membuat babak pertama ditutup dengan skor yang tak masuk akal, 5-1.
Pesta Gol Berlanjut, Sañudo Ukir Poker Fenomenal
Memasuki babak kedua, juru taktik Francisco Bru sepertinya tak mengendurkan serangan. Dominasi total Los Blancos terus berlanjut. Sañudo, yang tampil kesetanan, langsung melengkapi hat-trick-nya di menit ke-47 sebelum akhirnya mencatatkan nama di papan skor untuk keempat kalinya di menit ke-81. Torehan empat gol (poker) dari Ildefonso Sañudo menjadi performa individu paling mematikan dalam sejarah El Clasico.
Ildefonso Sañudo menjadi momok menakutkan bagi pertahanan Barcelona dengan torehan empat golnya.
Di tengah gempuran tuan rumah, Barcelona hanya mampu mencetak satu gol hiburan lewat Ramón Guzmán pada menit ke-68. Pesta gol Madrid akhirnya ditutup oleh Lazcano yang menyempurnakan hat-trick-nya di menit ke-73. Skor akhir 8-2 menjadi cermin betapa superiornya Madrid kala itu.
Seperti dicatat oleh pakar sejarah dalam arsip Olympics.com, kemenangan ini bukan sekadar skor besar, melainkan sebuah penegasan dominasi di era tersebut.
“Kemenangan terbesar dalam laga Real Madrid vs FC Barcelona di La Liga terjadi saat Los Blancos mengalahkan Barca 8-2 di stadion lama mereka di Chamartín pada 3 Februari 1935. Hasil ini tetap menjadi kemenangan liga terbesar dalam El Clasico hingga saat ini.”
Rekor Abadi dan Memori Pahit Blaugrana
Hingga hampir satu abad berlalu, skor ini tetap terukir sebagai kemenangan dengan margin terbesar (+6 gol) dalam pertemuan kedua raksasa Spanyol di kompetisi La Liga. Bagi para Madridista, hasil ini adalah salah satu babak paling membanggakan dalam sejarah klub, sebuah bukti superioritas mutlak atas rival abadi mereka.
Sebaliknya, bagi kubu Blaugrana, tanggal 3 Februari 1935 adalah memori kelam yang berusaha dilupakan. Kekalahan ini menjadi salah satu aib terbesar dalam sejarah klub, sering diungkit kembali setiap kali tensi El Clasico memanas. Laga ini adalah pengingat bahwa dalam rivalitas sarat gengsi ini, sejarah bisa menjadi pedang bermata dua: sumber kebanggaan atau luka yang tak pernah sembuh.
Papan skor di Estadio Chamartín yang mengabadikan salah satu kekalahan paling memalukan Barcelona di El Clasico.
Kisah Madrid bantai Barca 8 2 akan selalu menjadi pengingat betapa brutalnya rivalitas ini. Untuk berita terbaru dan analisis mendalam seputar El Clasico dan sepak bola dunia, pastikan Anda hanya mengikuti update eksklusif di score.co.id.