Sejarah Klub Lens: Kisah Underdog yang Hampir Meruntuhkan Dominasi PSG

SCORE.CO.ID - Sepak bola selalu menyimpan kisah-kisah yang mampu menggetarkan emosi, dan hanya sedikit yang benar-benar sekuat sejarah klub Lens. Klub yang dalam beberapa tahun terakhir kerap dipandang sebelah mata ini menjelma menjadi sensasi besar pada musim 2022/2023.Β 

Sejarah Klub Lens yang Memukau

Tanpa deretan pemain bintang, Lens nyaris memutus hegemoni Paris Saint-Germain dan menutup Ligue 1 sebagai runner-up, sekaligus mengamankan tiket ke Liga Champions. Pencapaian tersebut terasa semakin luar biasa jika melihat kondisi Lens sebelumnya. Klub ini sempat terombang-ambing di berbagai divisi dan lama menghilang dari persaingan papan atas.Β  Namun musim 2022/2023 menjadi bukti bahwa tekad, kerja kolektif, dan organisasi yang solid mampu menyaingi kekuatan finansial raksasa seperti PSG.Β  Bahkan, Lens mencatatkan rekor pertahanan terbaik kedua di lima liga top Eropa, hanya kalah dari Barcelona. Kebangkitan ini bukan kebetulan. RC Lens adalah klub dengan akar sejarah yang kuat. Berdiri pada 1906 dan bermarkas di utara Prancis, Lens tumbuh di tengah budaya kelas pekerja.Β  Kota ini dikenal sebagai pusat pertambangan batu bara selama lebih dari satu abad hingga tambang terakhir ditutup pada 1980. Ikatan emosional antara klub dan masyarakatnya terjalin erat sejak awal. Pasca Perang Dunia I, ketika sebagian besar kota Lens hancur, klub sepak bola ini banyak diperkuat oleh imigran Polandia yang bekerja di tambang.Β  Warisan tersebut masih terasa hingga kini, menjadikan Lens simbol perjuangan, solidaritas, dan ketahanan. Identitas itu tercermin jelas dalam gaya bermain tim di lapangan.

Pasang Surut Kesuksesan Lens

Cheick Doucoure Gelandang Lens
Cheick Doucoure Gelandang Lens
Lens sempat mengalami pasang surut sepanjang dekade 1960 hingga 1980-an, sebelum bangkit kembali setelah Gervais Martel mengambil alih kursi presiden klub pada 1988.Β  Masa keemasan tiba pada 1990-an, puncaknya saat Lens meraih satu-satunya gelar Ligue 1 mereka pada musim 1997/1998, juga tanpa bertabur bintang. Kesuksesan tersebut membuka jalan ke panggung Eropa. Lens mencatatkan dua kampanye Liga Champions yang tak terlupakan, menghadapi tim-tim elite seperti Arsenal, Bayern Munich, dan AC Milan.Β  Kemenangan ikonik atas Arsenal di Wembley serta comeback dramatis melawan Milan di Stade Bollaert menjadi legenda tersendiri. Kini, lebih dari dua dekade kemudian, RC Lens kembali ke Liga Champions.Β  Melalui semangat kolektif dan identitas kuat, kisah sejarah klub Lens berjuluk tim β€œunderdog” ini kembali mengingatkan dunia bahwa sepak bola bukan sekadar soal uang, melainkan tentang keyakinan dan kerja keras.