Romelu Lukaku Agama: Fakta Kepercayaan Pribadi dan Latar Belakang Sang Striker
Β· sukro score.co.id
score.co.id - Lahir di Antwerpen, Belgia, dari orang tua Katolik asal Kongo, Romelu Lukaku Bolingoli dibesarkan dalam lingkungan yang menempatkan iman dan keluarga sebagai pilar utama. Ketajamannya sebagai juru gedor bukan hanya hasil tempaan latihan, melainkan juga cerminan dari kekuatan spiritual yang ia pegang teguh.
Ayahnya, Roger Lukaku, pernah memberikan kesaksian mendalam tentang keimanan putranya. Seperti dilaporkan oleh media Katolik internasional, Aleteia.org, fondasi kepercayaan sang striker sudah ditanamkan sejak ia kecil.
βRomelu sangat religius. Dia selalu berusaha bersyukur kepada Tuhan. Total dia berdoa 10 hingga 15 kali sehari, seringnya dalam keheningan. [...] Kami memberinya pendidikan Katolik, di mana iman dan keluarga adalah hal penting.β
Pendidikan inilah yang membentuk karakter Lukaku sekarang, seorang atlet profesional yang disiplin dan jauh dari kehidupan glamor berlebihan. Ia bahkan dikenal sebagai seorang teetotaller (tidak mengonsumsi alkohol), sebuah pilihan hidup yang selaras dengan prinsipnya.
Momen ikonik Romelu Lukaku saat berdoa bersama Fidel Escobar dari Panama usai laga Piala Dunia 2018.
Iman yang Terbuka di Panggung Internasional
Lukaku tidak pernah menyembunyikan identitas imannya. Para penggemar sepak bola, terutama di Serie A, pasti akrab dengan ritualnya membuat tanda salib di dada sebelum pertandingan dimulai atau setelah merobek jala lawan. Gestur ini adalah wujud syukur yang konsisten ia tunjukkan.
Salah satu bukti ketaatannya yang paling signifikan adalah ketika ia melakukan ziarah ke Lourdes, Prancis, pada tahun 2014. Lourdes merupakan salah satu situs suci paling penting bagi umat Katolik di seluruh dunia. Momen spiritual ini terjadi jauh sebelum namanya melambung tinggi bersama klub-klub elite Eropa.
Puncak dari ekspresi imannya di panggung global terjadi pada Piala Dunia 2018. Setelah laga Belgia melawan Panama, foto dirinya yang tengah berlutut dan berdoa khusyuk bersama pemain lawan, Fidel Escobar (seorang penganut Kristen Evangelikal), menjadi viral. Momen tersebut menunjukkan universalitas iman dalam olahraga.
Pada 2017, beberapa tabloid Inggris sempat keliru memberitakan bahwa Lukaku adalah seorang Muslim. Isu ini muncul terkait penolakannya menerima hadiah Man of the Match berupa minuman beralkohol. Namun, klaim tersebut dengan cepat terbantah oleh fakta dan rekam jejaknya.
Lukaku secara konsisten menunjukkan praktik imannya sebagai seorang Katolik, mulai dari membaca Alkitab hingga ritual tanda salib yang tak pernah absen. Hingga profil resminya per April 2026, berbagai sumber kredibel termasuk Wikipedia menegaskan statusnya sebagai seorang practicing Catholic tanpa ada indikasi perubahan keyakinan.
Ekspresi khusyuk Romelu Lukaku saat memanjatkan doa sebelum pertandingan dimulai.
Kisah iman Romelu Lukaku menjadi pengingat bahwa di tengah tekanan dan sorotan industri sepak bola modern, kekuatan spiritual tetap menjadi jangkar bagi seorang atlet untuk mencapai puncak performa. Keyakinan pribadinya adalah sumber ketenangan yang membentuknya menjadi salah satu striker paling ditakuti di Eropa saat ini.
Untuk mendapatkan update terkini seputar Romelu Lukaku Agama dan berita sepak bola paling tajam lainnya, pastikan Anda hanya mengikuti score.co.id.