Enzo Maresca Pecahkan Rekor Terburuk Man City: Sejarah 120 Tahun Hancur Seketika

SCORE.CO.ID - Enzo Maresca mengawali perjalanan sebagai manajer Manchester City dengan hasil mengecewakan setelah kalah dari Arsenal. Kekalahan tersebut membuat rekor terburuk Man City kembali muncul dalam catatan sejarah klub. Manchester City takluk 0-3 dari Arsenal pada Community Shield 2026 di Principality Stadium, Cardiff, Minggu (16/8/2026) malam. Hasil itu menjadi pukulan awal bagi Maresca yang baru ditunjuk menggantikan Pep Guardiola.

Rekor Terburuk Man City dalam Debut Manajer

Arsenal tampil lebih efektif sejak pertandingan dimulai. Riccardo Calafiori membuka keunggulan, sebelum Kai Havertz dan Martin Odegaard memastikan kemenangan The Gunners. Kekalahan tiga gol tanpa balas tersebut membawa Maresca pada catatan historis yang tidak diinginkan. Ia menjadi manajer kedua Manchester City yang kalah dengan selisih minimal tiga gol dalam pertandingan debutnya. Sebelumnya, catatan tersebut hanya pernah dialami Harry Newbould pada 1906. Ketika menjalani pertandingan pertamanya sebagai manajer City, Newbould melihat timnya kalah 1-4 dari Arsenal. Catatan tersebut menjadi gambaran mengenai tantangan yang harus dihadapi Maresca. Community Shield bukan kompetisi liga, tetapi laga ini menjadi pertandingan kompetitif pertamanya bersama City. Maresca datang dengan tekanan besar karena harus mengisi posisi yang ditinggalkan Guardiola. Pelatih asal Italia itu dituntut mempertahankan standar yang dibangun pendahulunya selama satu dekade. Guardiola meninggalkan Manchester City setelah sepuluh musim. Selama periode tersebut, ia membawa klub meraih 20 trofi, termasuk enam gelar Premier League. Warisan tersebut membuat tugas Maresca semakin berat. Ia tidak hanya harus mengejar trofi, tetapi juga menjaga identitas permainan yang telah melekat kuat pada City.

Tantangan Membangun Era Baru

Manchester City takluk 0-3 dari Arsenal
Manchester City takluk 0-3 dari Arsenal
Maresca sebenarnya memiliki modal penting karena pernah menjadi bagian dari staf kepelatihan Guardiola. Pengalaman tersebut membuatnya memahami filosofi, metode latihan, serta standar permainan yang diterapkan di Manchester City. Namun, tantangan yang dihadapinya kini berbeda. Skuad City telah mengalami perubahan dalam dua tahun terakhir, termasuk kepergian sejumlah pemain penting. Maresca karena itu tidak sekadar melanjutkan tim yang sudah matang. Ia harus menemukan keseimbangan antara mempertahankan filosofi lama dan membangun skuad dengan pendekatan baru. Kekalahan dari Arsenal menunjukkan pekerjaan tersebut tidak akan mudah. Meski baru satu pertandingan, hasil ini menjadi peringatan bahwa Maresca membutuhkan waktu untuk membentuk tim sesuai keinginannya. Bagi Manchester City, laga tersebut menjadi awal fase baru setelah era panjang Guardiola. Bagi Maresca, kekalahan itu membuat rekor terburuk Man City menjadi bagian dari debutnya.