Real Madrid 2 Musim Tanpa Trofi: Alvaro Arbeloa Akui Situasi Tidak Lazim

score.co.id - Real Madrid 2 musim tanpa trofi menjadi ancaman nyata yang membayangi Santiago Bernabeu pekan ini. Pelatih Alvaro Arbeloa secara terbuka mengakui situasi ini tidak lazim, menyusul kegagalan armadanya di Liga Champions melawan Bayern Munich.
Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, tak bisa menyembunyikan kekecewaan di pinggir lapangan Allianz Arena.
Kekalahan agregat dari raksasa Jerman di perempat final Liga Champions pada 16 April 2026 lalu menjadi pukulan telak. Mimpi meraih 'Si Kuping Besar' pupus, dan kini fokus yang tersisa hanyalah La Liga, di mana jalan mereka juga terjal. Los Blancos saat ini tertinggal 9 poin dari rival abadi mereka, Barcelona, yang kokoh di puncak klasemen. Dengan hanya tujuh pertandingan tersisa, membalikkan keadaan butuh keajaiban besar. Skenario puasa gelar mayor untuk dua musim beruntun pun berada di depan mata.

Arbeloa Akui Tekanan Hebat di Kursi Panas Madrid

Alvaro Arbeloa, yang ditunjuk sebagai juru taktik menggantikan Xabi Alonso pada Januari 2026, berada di bawah sorotan tajam. Mantan bek kanan Madrid ini sadar betul standar tinggi yang diusung klub. Ia menyebut bahwa kegagalan meraih gelar selama dua musim adalah anomali yang langka. Dalam konferensi persnya pada 20 April 2026, Arbeloa memberikan pernyataan jujur yang menggambarkan betapa kritisnya kondisi tim saat ini.
β€œDua musim tanpa memenangkan apa pun, saya rasa terakhir kali hal tersebut terjadi sekitar 20 tahun lalu. Real Madrid adalah klub di mana segala sesuatunya paling sering berjalan baik,” ungkap Arbeloa.
Pernyataan ini menggarisbawahi betapa seriusnya krisis yang tengah melanda, mengingat DNA klub yang selalu identik dengan kemenangan dan trofi.
Ekspresi lesu para pemain Real Madrid usai dipastikan gagal melaju di Liga Champions musim 2025/26.

Ancaman Rekor Buruk Setelah 16 Tahun

Situasi ini berpotensi menjadi catatan kelam bagi klub ibu kota Spanyol. Jika musim 2025/26 berakhir tanpa trofi mayor, ini akan menjadi kali pertama dalam 16 tahun terakhir Real Madrid gagal mengangkat piala bergengsi selama dua musim berturut-turut. Musim 2024/25 lalu, mereka memang berhasil mengamankan trofi minor seperti Piala Super UEFA, namun gelar La Liga, Copa del Rey, atau Liga Champions luput dari genggaman. Seperti dilaporkan oleh BBC Sport, manajemen klub dilaporkan mulai mengevaluasi kinerja tim secara menyeluruh menjelang akhir musim. Arbeloa sendiri menegaskan tidak gentar dengan masa depannya. Baginya, prioritas utama adalah memenangkan tujuh laga sisa di liga untuk menjaga marwah klub. Ia menyerahkan sepenuhnya keputusan akhir kepada para petinggi klub.
Alvaro Arbeloa saat memberikan keterangan pers terkait kondisi sulit yang dihadapi Real Madrid.

Menatap Sisa Musim dengan Penuh Ketidakpastian

Tujuh pertandingan La Liga menjadi satu-satunya arena pembuktian yang tersisa bagi armada Arbeloa. Meskipun peluang menjadi kampiun sangat tipis, memenangkan semua laga adalah harga mati untuk setidaknya finis di posisi terhormat dan mengembalikan kepercayaan diri tim. Tantangan besar menanti sang juru taktik untuk meracik strategi terbaik dan memompa kembali mental para pemainnya yang sedang terpuruk. Kegagalan berarti sejarah buruk akan terulang di salah satu klub terbesar di dunia. Mampukah Real Madrid bangkit di sisa laga La Liga? Terus pantau perkembangan berita Real Madrid 2 musim tanpa trofi dan analisis mendalamnya secara eksklusif hanya di score.co.id.