Pulisic Mandek di Milan: Bukan Soal Mandul, Tapi Korban Taktik Allegri

SCORE.CO.ID - Ada yang terasa janggal saat melihat nama Christian Pulisic di skuad AC Milan musim ini. Bintang Timnas Amerika Serikat yang biasanya tajam dan lincah di depan gawang kini justru terjebak dalam paceklik gol yang panjang. Pulisic mandek di Milan, bukan satu atau dua laga, tapi berbulan-bulan tanpa mencetak gol.Β  Situasi ini tentu memancing banyak pertanyaan, apakah performanya benar-benar menurun, atau ada masalah lain yang lebih dalam?

Taktik Allegri Bikin Pulisic Mandek di Milan

Di balik Pulisic mandek di Milan, ada persoalan taktik yang membuat perannya di lapangan jauh dari zona nyamannya. Sistem permainan AC Milan di bawah Massimiliano Allegri disebut jadi salah satu penyebab utama. Sejak awal 2026, Pulisic belum juga mencetak gol untuk klub maupun tim nasional. Dalam 18 pertandingan terakhir bersama Milan dan USMNT, pemain sayap ini belum berhasil mencatatkan satu gol pun, bahkan assist-nya pun sangat minim. Namun, menyalahkan pemain sepenuhnya rasanya kurang adil. Allegri justru beberapa kali mengakui bahwa Pulisic belum sepenuhnya cocok dengan peran yang diberikan. Dalam skema 3-5-2, Milan sering memainkan Pulisic berdampingan dengan Rafael Leao di lini depan tanpa kehadiran striker murni. Masalahnya, baik Pulisic maupun Leao sama-sama bukan tipikal penyerang tengah. Pulisic lebih nyaman bergerak dari sisi sayap, memanfaatkan ruang, menusuk dari luar, lalu menciptakan peluang. Ketika dipaksa bermain lebih sentral tanpa target man di depan, kekuatannya jadi tidak maksimal. Allegri sendiri secara terbuka mengakui bahwa pemain asal Amerika Serikat itu belum benar-benar cocok dengan sistem tersebut.

Serangan Milan Ikut Tersendat

Penurunan Performa Pulisic di AC Milan jadi Sorotan
Penurunan Performa Pulisic di AC Milan jadi Sorotan
Mandeknya Pulisic ternyata sejalan dengan masalah yang lebih besar yakni lini serang AC Milan secara keseluruhan sedang seret. Dalam empat pertandingan terakhir, Rossoneri hanya mampu mencetak satu gol. Bahkan sepanjang 2026, Milan hanya beberapa kali mencetak lebih dari satu gol dalam satu laga.Β  Ini menunjukkan masalahnya bukan hanya ada pada satu pemain. Di sisi lain, duet Pulisic dan Leao juga belum menunjukkan chemistry yang kuat. Keduanya memang punya kualitas individu tinggi, tetapi ketika dipasang bersama tanpa striker tengah, serangan Milan sering kehilangan arah. Yang menarik, justru pertahanan Milan tampil jauh lebih solid musim ini. Mereka menjadi salah satu tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit di Serie A.Β  Artinya, Allegri tampaknya sengaja mengorbankan daya ledak serangan demi keseimbangan tim.Β