Nasib berbeda dialami Real Madrid. Sehari sebelumnya, mereka harus puas berbagi angka saat melawan Real Betis di La Cartuja. Unggul cepat melalui Vinicius Junior pada menit ke-17, kemenangan yang sudah di depan mata buyar seketika.
Adalah Hector Bellerin, mantan bek Barcelona, yang menjadi mimpi buruk bagi Los Blancos. Golnya pada menit ke-90+4 memaksa pertandingan berakhir imbang 1-1. Hasil ini membuat Madrid tertahan di angka 74 poin, sementara Barca melesat dengan 85 poin di puncak klasemen LaLiga terbaru dari 33 laga.
Juru taktik Real Madrid, Alvaro Arbeloa, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Ia mengakui timnya lengah di menit akhir.
βKami menyesal tidak dapat menutup pertandingan dengan kemenangan, tetapi tim harus tetap fokus pada enam laga tersisa.β
El Clasico Penentu: Pesta Juara atau Asa Terakhir?
Dengan lima pertandingan tersisa, semua mata kini tertuju pada laga El Clasico yang akan digelar di Spotify Camp Nou pada 10 Mei 2026. Pertandingan ini bisa menjadi laga penentuan gelar bagi Barcelona atau justru menjadi nafas terakhir bagi Real Madrid untuk menjaga asa.
Meski di atas angin, Hansi Flick memilih untuk tetap membumi. Dilaporkan oleh media Spanyol, El PaΓs, sang pelatih enggan berhitung soal kans juara terlalu dini. βSaya ingin melupakan semua perhitungan. Yang penting adalah hari ini. Kami baru akan merayakannya ketika semua sudah benar-benar selesai,β tegasnya.
Juru taktik Barcelona, Hansi Flick, terus memberikan instruksi meski timnya unggul jauh dalam perburuan gelar LaLiga.
Jika Barcelona berhasil menyapu bersih lima laga sisa, termasuk El Clasico, mereka berpeluang menembus 100 poin musim ini. Namun, sepak bola selalu penuh kejutan. Madrid tentu tidak akan menyerah begitu saja dalam duel penuh gengsi nanti.
Siapakah yang akan bertahan di posisi teratas hingga akhir musim? Terus ikuti perkembangan panas perebutan pucuk LaLiga sekarang hanya di score.co.id.