PSBS Biak di Ambang Degradasi, Napi Bongkar Murka Tuntut Mihail Dipecatzz

score.co.id - PSBS Biak di ambang degradasi setelah menelan kekalahan paling memalukan musim ini. Menjamu Malut United pada pekan ke-30 BRI Super League 2025/2026, tim asuhan Marian Mihail dihancurkan tanpa ampun dengan skor 0-7, memicu amarah besar dari basis suporter setia mereka.
Pemain Malut United merayakan pesta gol ke gawang PSBS Biak di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (28/4/2026).

Badai Pasifik Dihantam 7 Gol Tanpa Balas

Stadion Maguwoharjo menjadi saksi bisu terbenamnya asa PSBS Biak pada Selasa (28/4/2026) malam. Kekalahan telak 0-7 dari Malut United bukan hanya memperpanjang rekor buruk menjadi delapan kekalahan beruntun, tetapi juga mengukuhkan posisi mereka sebagai juru kunci klasemen. Hasil ini membuat Badai Pasifik terperosok di dasar klasemen (posisi ke-18) dengan koleksi hanya 18 poin dari 30 laga. Secara matematis, dengan empat pertandingan tersisa, peluang untuk lolos dari jerat degradasi nyaris tertutup rapat. Lini pertahanan menjadi sorotan utama, dengan total kebobolan mencapai 67 gol, menjadikannya yang terburuk di liga musim ini.

Napi Bongkar Murka, Mihail Didesak Angkat Kaki

Situasi pelik ini menyulut reaksi keras dari kelompok suporter Napi Bongkar. Melalui Sekretaris Jenderal mereka, Dirk Putuhena, desakan agar pelatih Marian Mihail segera angkat kaki dari kursi kepelatihan disuarakan dengan lantang. Juru taktik asal Rumania itu dinilai gagal total mengangkat performa tim sejak didatangkan pada Februari 2026 menggantikan Divaldo Alves.
Suporter Napi Bongkar membentangkan spanduk menuntut pelatih Marian Mihail dipecat.
Bahkan, Dirk menuding kehadiran Mihail justru menciptakan perpecahan di ruang ganti. Puncaknya, mereka menuntut sang pelatih tidak lagi mendampingi tim pada laga berikutnya melawan Persebaya.
"Saya meminta kepada Ketua Umum PSBS Biak untuk segera mengintervensi dan mengambil alih manajemen, serta meminta pelatih kepala segera keluar dari PSBS Biak... Walaupun kita akan jatuh dalam jurang degradasi, setidaknya kita keluar dengan kepala tegak, bukan kepala tertunduk," tegas Dirk Putuhena.

Mihail Pasrah, Degradasi Terkonfirmasi?

Di sisi lain, pelatih Marian Mihail tampak sudah melempar handuk. Dalam konferensi pers pasca-pertandingan, ia mengakui bahwa nasib timnya sudah di ujung tanduk. Sejak menukangi Badai Pasifik, Mihail belum sekalipun mempersembahkan kemenangan. "Sore ini adalah sore yang menyedihkan karena degradasi kami sudah terkonfirmasi," ujar Marian Mihail dengan nada pasrah. Ia menambahkan bahwa sisa pertandingan musim ini akan ia manfaatkan sebagai ajang seleksi pemain untuk kompetisi musim depan, sebuah sinyal jelas bahwa fokus telah beralih dari upaya penyelamatan.
Ekspresi lesu pelatih Marian Mihail saat PSBS Biak dipastikan terdegradasi dari BRI Super League.
Kini, PSBS Biak tak hanya berjuang melawan takdir di atas lapangan, tetapi juga menghadapi gejolak internal yang panas. Tuntutan suporter menjadi tekanan tambahan bagi manajemen untuk segera mengambil keputusan krusial demi menyelamatkan harga diri klub. Bagaimana akhir dari drama keterpurukan Badai Pasifik? Terus ikuti perkembangan terbaru seputar nasib PSBS Biak di ambang degradasi secara eksklusif hanya di score.co.id.