Profil Lengkap Fadly Alberto Hengga: Agama, Karier, dan Fakta Menarik

score.co.id - Informasi mengenai Fadly Alberto Hengga agama dan perjalanan kariernya mendadak menjadi sorotan tajam pekan ini. Namanya, yang dulu dielukan sebagai pahlawan Timnas U-17, kini terseret dalam kontroversi panas pasca-insiden tendangan kungfu di laga EPA U-20, memancing reaksi keras dari juru taktik Timnas U-20, Nova Arianto.
Selebrasi ikonik Fadly Alberto Hengga usai mencetak gol di Piala Dunia U-17 2025.
Di balik sorotan tajam, Fadly adalah potret perjuangan dari titik nol. Lahir di Timika, Papua Tengah, pada 22 Juni 2008, ia diboyong sang ibu, Piana, ke Bojonegoro, Jawa Timur, sejak usia tiga tahun. Mereka menempati rumah sederhana berukuran 4x8 meter berdinding papan kayu di Desa Banjarsari, Trucuk, yang berdiri di atas lahan Perhutani. Anak pertama dari pasangan John Cliff Hengga dan Piana ini tumbuh besar bersama adiknya, Iriana Beatrik Hengga, dalam kondisi yang jauh dari kata mewah. Ia diketahui menganut agama Islam, sebuah fakta yang kerap dicari penggemar. Pendidikan formalnya ditempuh di SMKN Dander Bojonegoro, mengambil jurusan Teknik Kendaraan Ringan, sembari merintis mimpi di lapangan hijau.

Melejit Bersama Timnas, Dicap Bintang Masa Depan FIFA

Bakatnya sebagai juru gedor terasah di SSB Sukorejo Putra Bojonegoro sejak usia delapan tahun. Lompatan besar terjadi pada 2023 saat ia lolos seleksi Bhayangkara Presisi Indonesia FC Youth. Posisi naturalnya sebagai gelandang serang dievolusikan menjadi seorang winger kiri dan striker yang mematikan. Panggung nasional menjadi miliknya pada Piala AFF U-16 2024. Debutnya melawan Singapura langsung dihiasi satu gol krusial. Namanya semakin meroket di Piala Asia U-17 2025, di mana ia mencetak dua gol penting yang mengantar Indonesia lolos ke panggung dunia untuk pertama kalinya. Puncaknya terjadi di Piala Dunia U-17 2025 Qatar. Fadly menjadi pahlawan saat mencetak gol krusial penentu kemenangan bersejarah 2-1 atas Honduras. Performa impresif ini membuatnya masuk dalam daftar pantauan FIFA sebagai salah satu dari sembilan talenta paling bersinar di Asia, sebuah pengakuan yang luar biasa bagi pemuda dari Bojonegoro.
Fokus Fadly Alberto Hengga, juru gedor andalan Timnas Indonesia di level usia muda.

Kontroversi di Lapangan dan Bayang-bayang Sanksi

Namun, reputasi gemilang itu kini diuji. Pada Minggu, 19 April 2026, dalam laga EPA U-20 antara Bhayangkara Presisi Lampung FC U-20 kontra Dewa United U-20, sebuah insiden mencoreng namanya. Video yang menunjukkan aksinya melayangkan tendangan ke arah pemain lawan viral di media sosial. Manajemen klub memberikan pembelaan, menyebut insiden tersebut dipicu oleh provokasi dan dugaan perlakuan rasis yang diterima sang pemain. Emosi yang tak terkendali menjadi klimaks dari situasi panas di Stadion Citarum, Semarang.
"Tapi dari pengakuan Beto sendiri dia merasa ada perlakuan rasis terhadap dia. Sehingga dia merasa emosi dan meluapkan emosinya itu ke salah satu pemain yang berada di viral di video itu," ungkap Manajer Bhayangkara EPA, Yongky Pandu Pamungkas.
Di sisi lain, pelatih Timnas U-20, Nova Arianto, memberikan sinyal tegas. Ia menyayangkan kejadian tersebut dan menegaskan bahwa pemain berlabel tim nasional harus menjadi teladan. Konsekuensi serius menanti jika keterlibatannya terbukti, sebuah peringatan yang bisa mengancam kariernya di skuad Garuda Muda. Kini, perjalanan karier Fadly Alberto berada di persimpangan jalan. Talenta emas yang lahir dari kesederhanaan dihadapkan pada ujian terbesar dalam karier mudanya. Publik menanti bagaimana perjalanan karier dan kisah seputar Fadly Alberto Hengga agama serta kepribadiannya akan terbentuk pasca-insiden yang menguji mentalnya ini.