Piala Presiden 2026 Masih Diaduk: Erick Thohir Siapkan Formula Baru

SCORE.CO.ID - Rencana Piala Presiden 2026 mulai terasa aromanya, tapi jangan buru-buru berharap sudah matang. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengibaratkan turnamen ini masih dalam proses perencanaan dengan gambaran yang sudah ada, tapi resep finalnya belum diputuskan. Pernyataan itu ia sampaikan saat penutupan Piala Presiden 2025 di kawasan Senayan, Jakarta. Ia menegaskan bahwa dalam dua hingga tiga bulan ke depan, PSSI akan mematangkan format terbaik sebelum diumumkan ke publik.

Proses Panjang Persiapan Piala Presiden 2026

Bukan tanpa alasan proses ini dibuat cukup panjang. Erick ingin memastikan Piala Presiden 2026 bukan sekadar turnamen pramusim biasa, melainkan ajang yang benar-benar punya dampak luas bagi sepak bola nasional.Β  Oleh karena itu, diskusi intens masih terus berjalan, termasuk soal format pertandingan hingga konsep penyelenggaraan. Menariknya, Erick juga menyoroti pentingnya peran daerah dalam menyukseskan turnamen ini. Ia berharap para kepala daerah, mulai dari gubernur, bupati, hingga wali kota, tidak hanya jadi penonton, tapi ikut ambil bagian aktif.Β  Menurutnya, sepak bola bukan cuma urusan PSSI atau pemerintah pusat, tapi tanggung jawab bersama. Ia bahkan menyinggung peran Prabowo Subianto dan Maruarar Sirait sebagai bagian dari ekosistem besar sepak bola Indonesia.Β  Namun, Erick menekankan bahwa kontribusi daerah juga penting untuk mengangkat nama dan kebanggaan wilayah masing-masing.

Apakah Ada Klub Luar Negeri yang Akan Tampil?

Erick Thohir Ketua PSSI
Erick Thohir Ketua PSSI
Di sisi lain, ada satu pertanyaan yang cukup menggelitik, apakah Piala Presiden akan kembali mengundang klub luar negeri? Erick belum bisa memberi jawaban pasti.Β  Tahun 2026 dianggap cukup ramai karena adanya ajang besar seperti Piala Dunia dan padatnya kalender klub internasional. Meski begitu, peluang tersebut belum sepenuhnya tertutup. Erick mengakui bahwa semua masih dalam tahap pertimbangan. Ia bahkan memberi sinyal bahwa dalam waktu dekat, kemungkinan besar formula awal turnamen sudah mulai terlihat. Sementara itu, Maruarar Sirait selaku Ketua Steering Committee Piala Presiden 2025 memilih bersikap menunggu. Ia menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada PSSI, sembari menegaskan pentingnya kerja sama dalam dunia sepak bola. Menurutnya, kesuksesan turnamen seperti Piala Presiden tidak bisa bergantung pada satu sosok saja. Ia menggambarkan sepak bola sebagai super tim, di mana semua elemen, mulai dari klub, pemain, manajer, media, sponsor, hingga aparat keamanan harus berjalan beriringan. Piala Presiden sendiri sudah memasuki edisi ketujuh sebelumnya, dan kini publik menanti gebrakan baru di edisi kedelapan. Apakah akan ada format berbeda atau justru inovasi yang lebih segar?