FIFA Siapkan Aturan Baru Piala Dunia 2030 64 Tim, Peluang Timnas Indonesia Makin Besar

score.co.id - Piala Dunia 2030 64 tim kini tengah digodok secara serius oleh otoritas tertinggi sepak bola dunia setelah Presiden FIFA Gianni Infantino menggelar pertemuan diplomatik pekan ini bersama Presiden CONMEBOL Alejandro Domínguez di New York. Langkah ekspansif ini tidak hanya menjanjikan turnamen yang jauh lebih kolosal, melainkan juga membuka peta persaingan baru yang sangat menarik bagi negara-negara berkembang di berbagai belahan dunia.
Pertemuan tingkat tinggi antara Gianni Infantino dan Alejandro Domínguez guna membahas masa depan sepak bola global.
Rencana revolusioner ini pertama kali diusulkan oleh Ignacio Alonso, Presiden Federasi Sepak Bola Uruguay, dalam rapat Dewan FIFA. Usulan tersebut sengaja dirancang untuk memperingati perayaan bersejarah Piala Dunia sentennial, menandai satu abad penuh sejak turnamen pertama kali digulirkan di Uruguay pada tahun 1930 silam. Langkah ekspansi FIFA ini dinilai sebagai cara terbaik untuk merayakan warisan sepak bola global dengan melibatkan lebih banyak negara dari berbagai konfederasi.

Perang Dingin Diplomatik Antara Amerika Latin dan Eropa

Asosiasi sepak bola Amerika Latin, CONMEBOL, kini berada di baris terdepan untuk memperjuangkan format megah ini agar segera disahkan secara resmi. Alejandro Domínguez menegaskan bahwa momentum sekali seabad ini harus dirayakan dengan semangat persatuan global tanpa batas, sehingga seluruh anggota konfederasi mereka memiliki kesempatan tampil di panggung tertinggi. Seperti dilaporkan oleh Reuters, juru bicara resmi FIFA mengonfirmasi bahwa kajian mendalam mengenai format baru ini sedang berjalan setelah mendapat respons spontan dalam rapat dewan:
"Sebuah proposal untuk menganalisis Piala Dunia FIFA dengan 64 tim guna merayakan seratus tahun (centenary) Piala Dunia FIFA pada tahun 2030 diajukan secara spontan oleh seorang anggota Dewan FIFA dalam agenda 'lain-lain' menjelang akhir rapat Dewan FIFA."
Meski mendapat dukungan masif dari belahan bumi barat, rencana ini langsung membentur tembok kokoh di benua biru. Presiden UEFA, Aleksander Čeferin, secara terbuka menentang keras wacana tersebut dan menilai bahwa penambahan jumlah peserta hanya akan menurunkan nilai kompetitif serta merusak kualitas pertandingan di babak kualifikasi.
Kolaborasi bersejarah enam negara dari tiga benua berbeda yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030.

Angin Segar Bagi Langkah Skuad Garuda ke Level Dunia

Bagi publik sepak bola tanah air, kabar mengenai format baru ini tentu memicu gelombang optimisme yang sangat luar biasa. Skenario anyar tersebut otomatis membuat Timnas Indonesia peluang lolos menjadi jauh lebih realistis dan terbuka lebar di masa depan. Tambahan kuota peserta global secara langsung akan berimbas pada penambahan slot kelolosan di tingkat regional melalui jalur kualifikasi AFC. Sebagai gambaran matematis, pada format 48 tim yang akan diterapkan mulai tahun 2026, Asia mendapatkan jatah 8 slot langsung ditambah 1 slot playoff antarkonfederasi. Jika wacana penambahan kontestan disetujui, kuota Asia diprediksi akan melonjak hingga mencapai 11 sampai 12 tiket otomatis. Hal ini jelas memangkas tingkat kesulitan kualifikasi AFC, sehingga memudahkan skuad asuhan Shin Tae-yong bersaing di level tertinggi Asia.
Skuad Garuda optimistis menatap kualifikasi AFC demi mengamankan tiket ke putaran final.
Hingga pertengahan tahun ini, komite eksekutif FIFA masih terus melakukan studi kelayakan menyeluruh terkait infrastruktur penunjang dan hak siar televisi. Kendati demikian, antusiasme pencinta sepak bola nasional tidak akan surut demi menyaksikan lagu Indonesia Raya berkumandang di ajang olahraga paling prestisius di planet bumi. Ikuti terus perkembangan terbaru mengenai wacana regulasi Piala Dunia 2030 64 tim serta analisis taktis mendalam sepak bola internasional hanya di score.co.id.