Bertandang ke markas Sporting pada Selasa, 7 April 2026 dini hari WIB, Arsenal langsung mencoba mengambil inisiatif serangan. Pasukan Mikel Arteta mendominasi penguasaan bola, namun rapatnya barisan pertahanan tuan rumah membuat setiap upaya serangan menjadi sia-sia.
Babak pertama berjalan alot. Kedua tim sama-sama punya peluang emas yang membentur tiang gawang. Arsenal nyaris unggul lewat tandukan Madueke dari situasi sepak pojok, sementara Sporting membalas melalui sepakan keras Maxi AraΓΊjo. Skor kacamata 0-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki paruh kedua, skenario pertandingan tidak banyak berubah. The Gunners terus mengendalikan bola dengan presentase penguasaan bola mencapai 56%, tetapi kesulitan menciptakan peluang bersih. Sebaliknya, Sporting beberapa kali mengancam lewat skema serangan balik cepat.
Gol Havertz: Pembeda di Masa Injury Time
Kiper Arsenal, David Raya, tampil sebagai pahlawan dengan beberapa penyelamatan gemilang. Salah satu yang paling krusial adalah saat ia menepis sundulan tajam Geny Catamo di menit ke-83 yang hampir merobek jalanya.
Momen krusial saat Gabriel Martinelli memberikan umpan yang diselesaikan sempurna oleh Kai Havertz.
Ketika laga sepertinya akan berakhir imbang, petaka datang bagi tuan rumah. Pada menit 90'+1, Gabriel Martinelli melakukan penetrasi brilian dari sisi kiri sebelum melepaskan umpan matang ke mulut gawang. Kai Havertz yang berdiri tanpa kawalan dengan dingin menyontek bola untuk mengubah skor menjadi 0-1.
Juru gedor asal Jerman itu pun mengakui peran besar rekannya dalam gol krusial tersebut, seperti dilaporkan situs resmi UEFA.com pasca-laga.
βMencetak gol di menit akhir selalu terasa indah, terutama di hadapan para fans. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan pekan depan, tapi kami menerima hasil ini. Sekitar 80 persen dari gol ini adalah milik . Itu adalah assist kelas atas darinya.β