Pengurangan 60 Poin Manchester City: Ancaman Terjun Bebas ke Dasar Klasemen

SCORE.CO.ID - Kasus Financial Fair Play yang membayangi Manchester City masih jauh dari kata selesai. Namun, satu hal yang mulai ramai dibahas adalah kemungkinan hukuman besar berupa pengurangan 60 poin Manchester City di Premier League bisa jadi ancaman besar. Sejak awal 2023, klub raksasa Inggris itu menghadapi lebih dari 100 tuduhan pelanggaran aturan keuangan yang berkaitan dengan periode 2009 hingga 2018.Β  Sampai sekarang, keputusan resmi belum juga diumumkan. Jika skenario terburuk terjadi, hukuman tersebut bahkan bisa membuat City langsung terpuruk ke dasar klasemen.Β 

Hukuman Pengurangan 60 Poin Manchester City Bisa Jadi Kenyataan

Sejumlah sanksi telah dibicarakan dalam kasus Financial Fair Play, mulai dari denda besar, embargo transfer, hingga pengurangan poin. Namun, degradasi langsung dari Premier League bukanlah keputusan yang mudah karena hal itu melibatkan otoritas liga lain. Pakar keuangan sepak bola Kieran Maguire menjelaskan bahwa Premier League tidak bisa langsung menerapkan pengurangan 60 poin Manchester City ke League One atau League Two.Β  Oleh karena itu, hukuman yang paling masuk akal adalah pemotongan poin dalam jumlah besar. Sebagai perbandingan, Everton pernah dipotong enam poin dan Nottingham Forest empat poin karena pelanggaran finansial dalam periode tiga tahun.Β  Sementara tuduhan terhadap Manchester City mencakup sembilan tahun. Karena skalanya jauh lebih besar, pengurangan poin antara 40 hingga 60 dianggap sebagai kemungkinan yang logis.

Mengapa City Bisa Menerima Hukuman Itu?

Keith Wyness Mantan Ekskutif Klub Inggris
Keith Wyness Mantan Ekskutif Klub Inggris
Mantan eksekutif klub Inggris, Keith Wyness, menilai pengurangan hingga 60 poin adalah angka yang realistis jika Manchester City dinyatakan bersalah.Β  Hukuman sebesar itu tentu akan menghapus hampir seluruh poin yang mereka kumpulkan musim ini. Namun, ada alasan mengapa City mungkin tidak langsung melawan keputusan tersebut secara frontal.Β  Dengan menerima putusan awal, klub bisa segera mengajukan banding dan membawa kasus ini ke tahap hukum berikutnya. Artinya, hukuman tersebut belum tentu menjadi keputusan final. Ada peluang besar bahwa jumlah pengurangan poin bisa berkurang setelah proses banding selesai. Sementara itu, mantan penasihat keuangan klub, Stefan Borson, menyebut komisi independen memiliki kebebasan besar dalam menentukan hukuman.Β  Mereka bisa menjatuhkan berbagai jenis sanksi, mulai dari pemotongan poin hingga kemungkinan pengusiran dari liga. Untuk saat ini, semua masih bersifat spekulasi sebelum ada keputusan yang sah dari otoritas yang berwenang. Namun satu hal jelas, masa depan Manchester City dalam kasus FFP ini masih penuh tanda tanya besar.Β