Habis Sudah Penerus Kevin Sanjaya dan Hendra Setiawan: Karir Mentok, dan Pola Kalah yang Sama

SCORE.CO.ID - Dua tahun sudah Indonesia nihil gelar di All England yaitu tahun 2025 dimana ganda Denmark Kim Astrup/Anders Rasmussen dan sekarangΒ  Ganda Putra yang digadang-gadang juara, justru hanya mentok di babak final yaitu Leo/Bagas yang lagi-lagi kalah dalam pola yang sama "kalah dari Ganda Korsel: Kim Won-ho/Seo Seung-jae".Β  Dan di tahun 2026 ini juga, ganda putra yang diharapkan sebagai penerus minion juga mentok dan kalah di semifinal dengan lawan yang saya yaitu: kalah dari Ganda Korsel, Kim Won-ho/Seo Seung-jae.Β 

Taring PBSI Sudah Melempem

Kita hitung di tahun 2025 seberapa gelar atlet PBSI berhasil menjuarai turnamen kelas atas seperti turnamen super 1000. JurnalisT merangkum kilas balik, atlet PBSI baik di semua sektor hanya berhasil menjuarai turnamen super 300, sisanya mentok dan nihil gelar di turnamen super 1000. Jika direkap keseluruhannya:
  1. Awal tahun 2025: Indonesia hanya berhasil menjuarai turnamen 300 BWF Super Series yaitu di Thailand Masters 2025 lewat ganda putri Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti.
  1. Turnamen Singapore International Challenge 2025 Super 100: Memboyong empat gelar juara.
Sisanya ZONK, dan lebih parahnya di Kejuaraan Badminton Asia 2025, bahkan tak ada wakil di final , padahal 3 edisi sebelumnya Indonesia selalu menggondol gelar juara. Hasil kejuaraan Asia di China ini menambah catatan buruk prestasi Badminton Indonesia di awal tahun 2025 , karena pada turnamen bergengsi yang sudah diselenggarakan, Indonesia belum satupun meraih gelar juara. Turnamen yang sudah di ikuti di antaranya : All England , Malaysia Open ,India Open dan Indonesia Master. Tahun 2026 juga senasib! Pembukaan turnamen besar dimulai dari All England 2026 dimana tak ada satupun wakil Indonesia yang ada di partai puncak, bahkan gelar juara juga ZONK! Seperti taring PBSI di kancah dunia sudah melempem padahal para pengurus PBSI di isi orang-orang top seperti Taufik Hidayat , Mulyo Handoyo ,Ricky Subagja ,Eng Hian ,Christian Hadinata dan lainnya.

Sudah Habis Penerus Kevin Sanjaya dan Hendra SetiawanΒ 

Bila di era emas, dua Ganda Putri terbaik masih ada di tangan Kevin Sanjaya dan Hendra Setiawan.Β  Kevin Sanjaya dengan partnernya yaitu Marcus Gideon saat masa emasnya selalu menjuarai turnamen super 1000, bahkan menjuarai All England dua musim berturut-turut 2017 dan 2018, hanya menjuarai Olimpiade yang belum dicapai mereka dari segala rentetan prestasi.Β  Dan lebih hebatnya, Hendra Setiawan yang paling sepuh dimana semua medali sudah diraihnya, bahkan Olimpiade Beijing tahun 2008 bersama Almarhum Markis Kido juga sudah berhasil didapatkan.Β  Sekarang pertanyaannya, kemanakah era emas Ganda Putra Indonesia? Siapa penerus Kevin dan Hendra Setiawan di masa depan? Atau karir atlet Indonesia akan selalu mentok akan prestasi di masa depan?