Pemain Persipura Dulu vs Sekarang 2026: Perbandingan Skuad & Transformasi Tim

score.co.id - Perbandingan pemain Persipura dulu vs sekarang 2026 menjadi sorotan utama pekan ini, menyusul transformasi besar-besaran skuad Mutiara Hitam di bawah komando juru taktik baru, Ricardo Salampessy. Kembalinya sang legenda hidup, Boaz Solossa, menandai era baru yang memadukan nostalgia kejayaan dengan ambisi promosi ke kasta tertinggi.
Ketua Umum Benhur Tomi Mano memperkenalkan skuad baru Persipura untuk musim 2025/2026.

Nostalgia Era Emas: Dominasi Empat Bintang

Mundur ke era keemasan, Persipura Jayapura adalah penguasa absolut Liga Indonesia. Empat bintang yang tersemat di dada adalah bukti supremasi mereka pada musim 2005, 2009, 2011, dan 2013. Skuad saat itu bertabur talenta Papua terbaik seperti Eduard Ivakdalam, Bio Paulin, hingga Ian Louis Kabes yang fenomenal. Gaya bermain mereka mengandalkan kecepatan sayap dan magis individu yang sulit dibendung. Boaz Solossa menjadi ikon utama, predator kotak penalti yang mengoleksi tiga gelar pemain terbaik dan top skor. Statistiknya abadi: 182 gol dari 305 penampilan liga, sebuah rekor yang melegenda. Didukung legiun asing maut macam Zah Rahan Krangar dan Beto Goncalves, Mutiara Hitam bahkan mampu menembus semifinal AFC Cup 2014.

Transformasi Persipura Liga 2: Perpaduan Senior dan Darah Muda

Kini, peta kekuatan telah berubah total. Manajemen di bawah kepemimpinan Benhur Tomi Mano secara resmi meluncurkan skuad untuk mengarungi Liga 2 2025/2026 pada 23 Agustus 2025. Konsepnya jelas: memadukan pengalaman para legenda dengan energi para pemain muda Persipura. Ricardo Salampessy, mantan bek tangguh yang turut meraih tiga gelar juara, kini berdiri di sisi lapangan sebagai juru taktik. Ia didampingi oleh Imanuel Wanggai dan Moses Banggo. Dari 35 nama yang diumumkan, wajah-wajah senior seperti Yustinus Pae, Ruben Sanadi, dan Ian Kabes masih menjadi pilar. Mereka ditugaskan membimbing darah segar macam Ramai Rumakiek, Gunansar Mandowen, dan Reno Salampessy yang baru berusia 18 tahun.
Boaz Solossa, dulu sebagai juru gedor utama, kini menjadi mentor bagi generasi baru.

Pergeseran Peran dan Tumpuan Gol Baru

Perubahan paling signifikan terlihat pada peran legenda dan komposisi pemain asing. Jika dulu lini belakang kokoh dikawal Yoo Jae-hoon dan Bio Paulin, kini slot itu diisi oleh Takuya Matsunaga (Jepang) dan Arthur Vieira (Brasil). Kontribusi gol pun bergeser. Boaz Solossa, di usianya yang menginjak 39 tahun, lebih berperan sebagai mentor. Meski masih tampil dalam 16 laga, kontribusinya bergeser ke 1 gol dan 2 assist. Tongkat estafet juru gedor kini dipegang oleh Matheus Silva yang sudah mengemas 7 gol dari 12 pertandingan, disusul Jeam Kelly Sroyer dengan 3 gol dan 3 assist. Kemenangan 2-1 saat menjamu Kendal Tornado FC pada 1 Maret 2026 menjadi bukti bahwa mesin baru ini mulai panas.
β€œInilah kombinasi emas antara pengalaman dan tenaga muda yang siap memacu Persipura naik kembali ke tangga atas. Perpaduan ini adalah Boaz Solossa, sang cahaya Persipura. Yustinus Pae, kapten senior yang tetap tegak. Lalu, Ramai Rumakiek, darah muda cepat bagai angin Teluk Yos Sudarso.” β€” Benhur Tomi Mano, Ketua Umum Persipura
Manajemen menegaskan, target musim ini bukan sekadar promosi, melainkan pemulihan marwah Mutiara Hitam yang sempat terpuruk. Menjawab keraguan publik, Tomi Mano mengakui adanya kritik di media sosial namun tetap optimistis. β€œKita tidak menutup mata bahwa dalam riuh rendah media sosial, ada begitu banyak suara... Tetapi ada pula doa, semangat, dan dukungan yang terus menyala,” ujarnya.
Ricardo Salampessy kini bertugas sebagai juru taktik, membawa pengalamannya sebagai bek juara.
Perjalanan Mutiara Hitam kembali ke puncak masih panjang. Ikuti terus analisis mendalam seputar dinamika pemain Persipura dulu vs sekarang 2026 secara eksklusif hanya di score.co.id.