Pemain Manchester City Dulu: 10 Legenda dari Bell hingga Aguero

score.co.id - Daftar pemain Manchester City dulu tak akan pernah lengkap tanpa menyebut nama-nama yang membangun fondasi kejayaan klub. Pekan ini, jelang perayaan 15 tahun momen magis Sergio Aguero, score.co.id merangkum 10 pahlawan yang mengukir sejarah The Citizens, dari era Colin Bell hingga sang juru gedor Argentina.
Colin Bell, legenda Manchester City yang dijuluki King of the Kippax, saat beraksi pada tahun 1970.Β 

Era Klasik: Sang Raja Bernama Colin Bell

Jauh sebelum Etihad Stadium berdiri megah, Maine Road memiliki seorang raja. Dialah Colin Bell, gelandang box-to-box dengan stamina tak terbatas yang membuatnya dijuluki "King of the Kippax". Bell adalah jantung dari tim City yang merajai Inggris pada akhir 60-an dan awal 70-an, mengantar klub meraih gelar Liga Inggris 1968, Piala FA 1969, dan Piala Winners 1970. Dengan catatan 501 penampilan dan 153 gol antara 1966 hingga 1979, warisannya begitu besar hingga West Stand di Etihad Stadium diabadikan menjadi namanya. Seperti yang diulas oleh Bleacher Report, pengaruhnya begitu melegenda.
"Colin Bell bisa dibilang salah satu pemain Inggris terbaik di akhir era 60-an dan awal 70-an, dan secara luas dianggap sebagai pemain terbaik yang pernah bermain untuk Manchester City, ia dikenal dengan sebutan 'King of the Kippax'."

Trio Pilar Kebangkitan Era Modern

Memasuki era Premier League modern, Manchester City bertransformasi menjadi kekuatan menakutkan berkat trio pilar di lini berbeda. Di belakang, ada Vincent Kompany sang kapten. Bek asal Belgia ini bukan sekadar pemimpin, melainkan simbol determinasi. Selama 11 musim, ia mengoleksi empat trofi Premier League, dengan gol ikoniknya melawan Leicester City pada 2019 menjadi salah satu momen penentu gelar paling dramatis.
Momen paling ikonik dalam sejarah Premier League: Sergio Aguero merayakan gol 93:20 yang memastikan gelar juara untuk City pada 2012.
Di tengah, orkestra permainan diatur oleh David Silva, "El Mago". Dengan 436 penampilan, 77 gol, dan 140 assist, penyihir asal Spanyol ini mendefinisikan kreativitas City selama satu dekade. Mesin penggerak lainnya adalah Yaya TourΓ© City. Gelandang Pantai Gading ini adalah sosok pembeda di laga-laga krusial, mencetak gol tunggal di final Piala FA 2011 untuk mengakhiri puasa gelar 35 tahun dan sepasang gol di final Piala Liga 2014.

Puncak Sejarah: Momen Abadi Sergio Aguero 93:20

Semua kepingan puzzle kejayaan modern City menyatu pada satu nama: Sergio Aguero. Striker Argentina ini adalah pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub dengan 260 gol dalam 390 penampilan. Namun, satu golnya akan selalu dikenang selamanya. Pada 13 Mei 2012, di detik-detik terakhir musim, golnya pada menit 93:20 melawan QPR mengantarkan City meraih gelar liga pertama dalam 44 tahun. Momen "Aguerooooo!" itu bukan hanya soal trofi, melainkan penegasan bahwa City telah tiba di puncak. Momen Sergio Aguero 93:20 menjadi salah satu adegan paling legendaris dalam sejarah sepak bola.
Kapten Vincent Kompany mengangkat trofi Premier League, simbol era keemasan Manchester City yang ia pimpin.
Daftar ini tentu belum lengkap tanpa menyebut kiper heroik Bert Trautmann yang bermain dengan leher patah di final Piala FA 1956, Joe Hart dengan empat Sarung Tangan Emas, serta winger lincah Mike Summerbee yang melengkapi trio maut bersama Bell dan Francis Lee. Mereka semua adalah bagian tak terpisahkan dari narasi besar para legenda Manchester City. Untuk terus mengenang sejarah dan mengikuti perkembangan terkini The Citizens, pastikan Anda tidak ketinggalan berita terbaru seputar pemain Manchester City dulu dan sekarang hanya di score.co.id.