Abdul Kadir Masuk FIFA Century Club dengan 111 Caps
Apresiasi tertinggi dari federasi sepak bola dunia ini resmi diperbarui pada akhir tahun lalu dan mendadak viral kembali di kalangan suporter Garuda. Nama Abdul Kadir tercatat kokoh dalam jajaran elite FIFA Century Club Indonesia, bersanding dengan deretan megabintang sepak bola jagat raya lainnya seperti Bobby Charlton hingga Didier Drogba. Meskipun terdapat sedikit perbedaan pencatatan antara badan sepak bola dunia dan statistik independen, reputasi sang legenda tetap tidak tergoyahkan sama sekali. FIFA memvalidasi 105 pertandingan resmi kategori 'A', sementara catatan RSSSF 111 penampilan menempatkannya di puncak rekor caps timnas Indonesia bersama skuad Garuda. Perbedaan ini sama sekali tidak mengurangi statusnya sebagai satu-satunya seniman lapangan hijau asal tanah air yang menembus angka keramat tersebut.Pada Desember 2021, Kadir dikonfirmasi oleh FIFA telah memainkan 105 pertandingan internasional 'A' (111 penampilan menurut versi RSSSF) di tingkat internasional untuk menjadi anggota FIFA Century Club, satu-satunya pesepak bola Indonesia yang berhasil melakukannya.
Rekor 70 Gol Terbanyak Timnas Indonesia Sepanjang Masa
Baca Juga: Rencana Timnas Indonesia ke Yordania November Nanti: PSSI Beri Respons soal FIFA Matchday
Ketajaman juru gedor kelahiran Denpasar ini di pentas internasional memang luar biasa mumpuni dan disegani di kawasan Asia. Sejak melakoni debut manis pada tahun 1967 melawan Korea Selatan, ia langsung tancap gas dengan mencetak gol pertamanya yang spektakuler. Kontribusi konsisten tersebut menjadikannya sebagai pencetak gol terbanyak Garuda sepanjang masa dengan koleksi luar biasa.
Ia berhasil membukukan total 111 penampilan dan 70 gol selama berseragam merah putih hingga gantung sepatu pada tahun 1979. Statistik impresif ini menghasilkan rasio gol fantastis sebesar 0,63 per pertandingan, sebuah angka fenomenal yang sangat sulit ditandingi oleh striker modern masa kini.
Sensasi sejarah juga tercipta saat ia mengukir penampilan ke-100 pada laga sengit kontra India tanggal 1 Agustus 1974 silam. Kala itu, sang penyerang sayap lincah baru menginjak usia 25 tahun 217 hari, menahbiskannya sebagai pemain termuda dalam sejarah sepak bola Indonesia yang sukses mencapai torehan bersejarah tersebut.
Julukan Si Kancil dan Alasan Hanya Dia yang Diakui FIFA
Pemain bertubuh mungil setinggi 160 sentimeter ini sangat ditakuti bek lawan karena kelincahan geraknya di sektor sayap kiri lapangan. Kecepatan serta kemampuannya meliuk-liuk melewati barisan pertahanan kokoh membuatnya dijuluki Abdul Kadir Si Kancil oleh para pencinta sepak bola nasional. Kehebatannya terbukti sukses membawa Indonesia merengkuh trofi bergengsi King's Cup 1968 dan Merdeka Tournament 1969.