Peman Indonesia di Bangkok United 2026: Profil Pratama Arhan Terbaru
Β· sukro score.co.id
score.co.id - Kisah Peman Indonesia di Bangkok UnitedΒ 2026, Pratama Arhan, memasuki babak baru pasca timnya dipastikan lolos ke perempat final AFC Champions League Two (ACL 2) pekan ini. Nasib bek kiri Timnas Indonesia itu kontras dengan selebrasi rekan setimnya, Al Ghassani Muhsen, usai menyingkirkan Macarthur FC.
Aksi lemparan ke dalam Pratama Arhan menjadi senjata andalan saat Bangkok United menjamu Persib Bandung di fase grup ACL 2.
Dalam laga penentuan leg kedua babak 16 besar yang berakhir imbang 2-2 di Sydney pada 19 Februari 2026, nama Arhan bahkan tak tercantum dalam daftar susunan pemain (DSP) yang dibawa sang juru taktik. Situasi ini mengonfirmasi tren menurunnya menit bermain sang pemain di panggung Asia. Sebelumnya, pada leg pertama di Thammasat Stadium sepekan lalu, ia hanya menjadi penghangat bangku cadangan.
Padahal, kontribusi Arhan sempat terasa di fase grup. Ia menjadi starter dan bermain penuh 90 menit saat Bangkok United bertandang ke markas Persib Bandung pada 1 Oktober 2025. Ia juga turun dari bangku cadangan pada menit ke-77 dalam kemenangan krusial 2-1 atas Lion City Sailors. Namun, sejak itu perannya mulai tergerus.
Tantangan Menit Bermain dan Statistik di Liga Domestik
Persaingan di skuad Bangkok Angels memang tidak mudah. Sejak didatangkan dari Suwon FC pada Januari 2025, Arhan harus bersaing ketat dengan bek kiri lokal serta rekrutan anyar asal Korea Selatan yang didatangkan untuk memperdalam skuad. Kompetisi internal ini berdampak langsung pada catatannya di lapangan.
Hingga April 2026, statistik Arhan di Thai League 1 terbilang minimalis. Pemain kelahiran Blora ini baru mencatatkan 497 menit bermain tanpa sumbangan gol maupun assist. Kondisi ini membuat posisinya dalam skema utama tim menjadi tanda tanya besar, meskipun kontraknya masih berjalan hingga 30 Juni 2027.
Pratama Arhan hanya bisa menyaksikan dari bangku cadangan saat rekan setimnya merayakan gol di leg pertama 16 besar ACL 2.
Meskipun menit bermainnya terbatas, nilai pasar Arhan menurut data Transfermarkt masih stabil di angka β¬240.200. Reputasinya sebagai spesialis lemparan roket dan statusnya sebagai pemain langganan Timnas Indonesia dengan 54 caps tetap menjadi daya tarik tersendiri, setidaknya dari sisi komersial bagi klub di kawasan ASEAN.
Dualitas Atlet Profesional dan Mahasiswa
Di tengah tantangan karier profesionalnya di Thailand, Pratama Arhan menunjukkan sisi lain yang patut diacungi jempol. Ia tidak melupakan kewajibannya di bidang akademik. Terdaftar sebagai mahasiswa S1 Manajemen di Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Arhan memanfaatkan waktu luangnya untuk kembali ke kampus.
Komitmennya untuk menyeimbangkan antara sepak bola dan pendidikan terlihat jelas saat ia kembali mengikuti kuliah tatap muka dan fokus menyelesaikan skripsinya pada 2025. Ia mengungkapkan kebahagiaannya bisa kembali ke lingkungan akademik.
βTentu saya senang bisa kembali ke kampus untuk bertemu teman-teman dan sesama atlet, juga rektor dan dosen pembimbing. Semoga saya bisa berusaha semaksimal mungkin agar cepat lulus.β
Pernyataan tersebut menunjukkan kedewasaan Arhan dalam merencanakan masa depannya di luar lapangan hijau. Sebuah dualitas peran yang tidak mudah dijalani oleh seorang atlet profesional yang berkarier di luar negeri.
Di tengah kesibukannya, Arhan tetap berkomitmen menyelesaikan studi S1 Manajemen di Universitas Dian Nuswantoro (Udinus).
Perjalanan Arhan di Bangkok United memang penuh liku. Dari harapan menjadi andalan di kompetisi Asia hingga kini harus berjuang keras untuk satu tempat di tim utama. Kombinasi antara tantangan di lapangan dan dedikasi di bangku kuliah membentuk babak baru dalam profil kariernya.
Terus pantau perkembangan karier dan profil terbaru pemain Indonesia di Bangkok United 2026 ini secara eksklusif hanya di score.co.id.