Era Emas Aragonรฉs dan Del Bosque: Dominasi Tiki-Taka
Luis Aragonรฉs (2004โ2008) adalah sang visioner. Ia membuang ego para bintang dan membangun tim berbasis kolektivitas dengan filosofi tiki-taka. Puncaknya, ia mengakhiri puasa gelar 44 tahun dengan menjuarai Euro 2008. Warisan emas ini kemudian disempurnakan oleh sang suksesor, Vicente del Bosque. Di bawah Del Bosque (2008โ2016), Spanyol mencapai puncak kejayaannya. Ia memimpin generasi emas yang dihuni Xavi, Iniesta, dan Casillas untuk menaklukkan dunia. Vicente del Bosque tercatat sebagai pelatih tersukses dengan 87 kemenangan dari 114 laga, mempersembahkan trofi Piala Dunia 2010 yang ikonik lewat gol Andres Iniesta dan mempertahankan gelar Euro pada 2012 dengan membantai Italia 4-0 di final.
Baca Juga: Rencana Timnas Indonesia ke Yordania November Nanti: PSSI Beri Respons soal FIFA Matchday
Setelah era Del Bosque berakhir, La Roja sempat mengalami periode transisi yang alot. Nama-nama seperti Julen Lopetegui, Fernando Hierro, hingga Luis Enrique datang dan pergi, mencoba mengembalikan Spanyol ke jalur juara.
Kelahiran Kembali di Tangan Luis de la Fuente
Harapan itu akhirnya terwujud di tangan Luis de la Fuente. Ditunjuk pada Desember 2022, mantan pelatih tim U-21 ini langsung tancap gas. Ia membawa Spanyol menjuarai UEFA Nations League 2023, sebelum mencapai puncaknya di Euro 2024. Dengan rekor sempurna tujuh kemenangan, De la Fuente membawa generasi baru La Roja menjadi kampiun Eropa. Menurut laporan Futbolred.com, sang pelatih tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya usai menaklukkan Inggris 2-1 di final.โTidak ada yang bisa lebih bahagia. Ini adalah hari yang luar biasa. Tim yang sesungguhnya telah dimahkotai, dengan pantas. Hari ini, jika memungkinkan, saya lebih bangga lagi.โ โ Luis de la FuenteKemenangan ini menegaskan bahwa De la Fuente adalah sosok yang tepat untuk melanjutkan legasi juara. Dengan win rate impresif 86,49% dari 37 laga, ia telah membuktikan kapasitasnya dan membuka babak baru dalam daftar pelatih Spanyol yang legendaris.