Pelatih Garudayaksa FC Resmi Berpisah: Widodo C Putro Kini Pimpin PSIS Semarang
Β· SCORE.CO.ID Sunny S.Kom
SCORE.CO.ID - Pelatih Garudayaksa FC menjadi salah satu sosok yang paling banyak dibicarakan setelah keberhasilan klub tersebut menjuarai Championship 2025/2026 dan meraih tiket promosi ke Super League.Β Namun, saat euforia keberhasilan itu masih terasa, kabar mengejutkan datang dari kubu Garudayaksa.Β Widodo C Putro, arsitek di balik laju impresif tim pada akhir musim, dipastikan tidak akan mendampingi klub di kasta tertinggi musim depan.Keputusan berpisah tersebut memang belum diumumkan secara resmi oleh Garudayaksa FC.Β Namun, kepastian datang setelah PSIS Semarang memperkenalkan Widodo sebagai pelatih kepala baru untuk menghadapi kompetisi 2026/2027.Β
Pelatih Garudayaksa FC Kembali Buktikan Status Spesialis Promosi
Nama Widodo C Putro bukanlah sosok asing dalam dunia sepak bola nasional.Β Dalam beberapa tahun terakhir, pelatih berusia 55 tahun itu dikenal sebagai figur yang memiliki kemampuan khusus membawa klub keluar dari kompetisi kasta kedua menuju level tertinggi.Keberhasilannya menjadi pelatih Garudayaksa FC menjadi bukti terbaru. Meski baru bergabung pada Maret 2026, saat kompetisi memasuki fase krusial, Widodo mampu mengubah performa tim secara signifikan.Di bawah arahannya, Garudayaksa menjalani tujuh pertandingan terakhir musim ini tanpa sekalipun menelan kekalahan.Β Catatan lima kemenangan dan dua hasil imbang menjadi pondasi penting yang mengantar klub tersebut meraih gelar juara Championship sekaligus promosi ke Super League.Sebelum sukses bersama Garudayaksa, Widodo juga pernah membawa Persijap Jepara naik kasta.Β Bahkan, secara keseluruhan, ia telah tiga kali mengantarkan klub berbeda promosi ke kompetisi tertinggi Indonesia.Β Persita Tangerang menjadi tim pertama yang merasakan sentuhan suksesnya sebelum kemudian diikuti klub-klub lainnya.
PSIS Berharap Widodo Jadi Solusi Kebangkitan Tim
Widodo C Putro Kini jadi Pelatih PSISKedatangan Widodo menjadi angin segar bagi PSIS Semarang yang menjalani musim penuh tantangan.Β Klub berjuluk Mahesa Jenar itu harus melewati kompetisi sebelumnya dengan kondisi yang kurang stabil, terutama di kursi pelatih.Sepanjang musim, PSIS beberapa kali melakukan pergantian pelatih demi memperbaiki performa tim.Β Namun, hasil yang diharapkan belum sepenuhnya tercapai sehingga mereka harus berjuang keras menjauh dari ancaman degradasi. Sementara itu, Garudayaksa FC kini menghadapi tantangan baru.Β Setelah sukses meraih promosi, mereka harus segera mencari pelatih pengganti yang mampu melanjutkan fondasi kuat yang telah dibangun Widodo.Dengan Super League yang semakin dekat, keputusan menentukan sosok pelatih baru akan menjadi langkah penting bagi Garudayaksa untuk menjaga ambisi mereka bersaing di level tertinggi sepak bola Indonesia.