PBSI Didesak Batasi Agenda Sponsor Atlet di Tengah Turnamen Usai Insiden Ini, Kenapa?
Β· SCORE.CO.ID Sunny S.Kom.
SCORE.CO.ID - Tiba-tiba PBSI didesak batasi agenda sponsor atletnya di tengah turnamen yang padat merayap, hal ini bukan tanpa alasan karena kegagalan pasangan ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, merebut gelar juara Indonesia Masters 2026 menuai sorotan tajam.Β
Masyarakat Pemerhati Badminton Indonesia (MPBI) menilai kekalahan tersebut bukan semata persoalan teknis di lapangan, melainkan akibat manajemen waktu atlet yang buruk.Raymond/Joaquin harus puas menjadi runner-up setelah kalah dua gim langsung 19-21, 13-21 dari pasangan Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, dalam laga final di Istora Senayan, Sabtu (25/1/2026).Dari kekalahan itu, mereka mengkritik keras adanya agenda meet and greet di booth Djarum Foundation yang harus dihadiri Raymond/Joaquin tepat setelah mereka melakoni laga semifinal yang melelahkan."Seharusnya waktu tersebut digunakan untuk istirahat dan pemulihan. Namun energinya justru habis untuk acara seremonial. Ini kesalahan fatal dan merusak konsentrasi atlet," tegas Kurniadi.Kelelahan Akibat Aktivitas Non-TeknisKurniadi memaparkan kronologi yang dialami atlet. Usai bertarung habis-habisan di semifinal, Raymond/Joaquin masih harus menjalani serangkaian kewajiban seperti konferensi pers, wawancara media, hingga melayani permintaan foto penggemar.Situasi diperparah dengan kewajiban menghadiri agenda promosi sponsor. Hal ini dinilai memvalidasi dugaan warganet mengenai kelelahan fisik yang dialami pasangan muda tersebut di partai final."Asumsi itu ada benarnya, tapi setelah tahu ada meet and greet sebelum final, menurut saya inilah salah satu penyebab utama," ungkapnya.Desak PBSI Lebih TegasAtas kejadian ini, MPBI mendesak Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) untuk lebih tegas dalam mengendalikan agenda atlet pelatnas, terutama di tengah turnamen penting.Kurniadi mengingatkan agar kepentingan komersial sponsor atau klub tidak mengorbankan performa atlet di lapangan."Siapapun yang menginisiasi, harus lebih bijak menahan diri demi kepentingan atlet. Kepentingan prestasi harus berada di atas kepentingan komersial jangka pendek," pungkas Kurniadi.Kurniadi menilai atlet harus tetap mengutamakan prestasi ditengah sponsor yang mengutamakan mereka.Β PBSI sebagai lembaga bulutangkis Indonesia juga harus melihat kinerja para atlet yang mana mereka harus mengumpulkan prestasi, juga fokus target yang diberikan.Β Desakan ini bukan hanya menakuti para atlet melainkan untuk mengharumkan nama bangsa agar semakin lebih berprestasi.