Liverpool Tersandung di Molineux: Kutukan Menit 90 + Mengancam Tiket ke Liga Champions
Β· SCORE.CO.ID Sunny S.Kom
SCORE.CO.ID - Baru saja pesta lima gol, beberapa hari kemudian malah tersungkur di detik terakhir. Itulah yang dialami Liverpool saat takluk 1-2 dari Wolverhampton Wanderers. Bukan cuma kalah, The Reds juga resmi mencatat rekor yang jelas tak ingin mereka banggakan. Liverpool tersandung di Molineux jadi bukti terkadang sepak bola itu kejam.
Liverpool Tersandung di Molineux
Datang ke Molineux dengan dada membusung usai menghajar West Ham United 5-2, tim asuhan Arne Slot justru tampil kurang greget.Β Kreativitas serasa mampet, bola mati yang sebelumnya jadi senjata andalan mendadak tumpul. Wolves yang berada di papan bawah malah terlihat lebih berani dan percaya diri.Gol pembuka lahir dari aksi Rodrigo Gomes yang memanfaatkan umpan terobosan Tolu Arokodare sebelum mengecoh Alisson Becker.Β Liverpool sempat membalas lewat sentuhan luar kaki khas Mohamed Salah, memanfaatkan kesalahan Jose Sa. Skor imbang seolah menjadi harapan hidup.Tapi seperti dejavu di musim ini, petaka datang di menit 90+, saksi Liverpool tersandung di Molineux. Sepakan Andre yang membentur Joe Gomez berbelok arah dan membuat Alisson mati langkah.Β Gol itu jadi gol kelima yang bersarang ke gawang Liverpool pada menit tambahan waktu di Premier League musim 2025/2026. Hasil tersebut merupakan jumlah terbanyak yang pernah dialami satu tim dalam semusim.Β Ironis, karena dulu Liverpool identik dengan late winner. Kini mereka justru korban spesialis drama akhir laga.Bukan cuma Wolves yang melukai mereka di penghujung pertandingan. Musim ini, Crystal Palace, Chelsea, Bournemouth, hingga Manchester City juga sempat menghukum Liverpool di menit akhir.Β Bahkan, gol Andre mencatat sejarah baru: pertama kalinya tim zona degradasi mencetak gol kemenangan menit 90+ atas juara bertahan Liga Inggris.
Jose Sa Pemain WolvesDi klasemen, situasinya makin bikin deg-degan. Liverpool tertahan di posisi kelima, tertinggal tiga poin dari Manchester United dan Aston Villa, dengan satu laga lebih banyak.Β Chelsea juga terus mengintai. Sementara Arsenal dan Manchester City sibuk berebut puncak, perebutan tiket Liga Champions justru makin panas di bawahnya.Memang, koefisien UEFA memberi harapan bahwa posisi kelima cukup untuk lolos ke Liga Champions musim depan. Tapi masalahnya, Liverpool tak lagi memegang kendali penuh atas nasib sendiri.Β Jadwal Mei nanti bahkan menghadirkan duel beruntun melawan United, Chelsea, dan Villa, tiga laga yang bisa jadi penentu hidup-mati.Kalau terus kehilangan fokus di menit akhir, mimpi tampil di panggung elite Eropa bisa sirna. Apakah ini hanya fase sial atau tanda bahwa Liverpool memang belum pantas bersaing di level tertinggi musim depan?